Minggu, 6 September 2026

Air Berbusa, Bau Menyengat, PDAM Surya Sembada Minta Maaf: Pelanggan Butuh Air Bersih, Bukan Sekadar Permintaan Maaf

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Minggu, 6 September 2026 | 19:09 WIB
Permintaan maaf Perundang-undangan air minum Surya Sembada Surabaya di akun Instagram resmi @pdamsuryasembada, Minggu (6/9/2026)
Permintaan maaf Perundang-undangan air minum Surya Sembada Surabaya di akun Instagram resmi @pdamsuryasembada, Minggu (6/9/2026)

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM — Persoalan kualitas air Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga melaporkan air yang mengalir ke rumah mereka dalam kondisi keruh, berbusa hingga mengeluarkan bau menyengat yang disebut menyerupai bahan kimia.

Keluhan tersebut muncul di sejumlah wilayah Surabaya pada Minggu (6/9/2026). Beberapa kawasan yang terdampak antara lain Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, Simo, Asemrowo, Jambangan hingga Gayungsari.

Kondisi tersebut tentu bukan persoalan sepele. Air PDAM merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika air yang seharusnya digunakan untuk mandi, mencuci dan kebutuhan rumah tangga justru berubah menjadi keruh, berbusa dan berbau menyengat, kekhawatiran warga menjadi sesuatu yang sangat wajar.

Salah seorang warga bahkan mengaku kondisi air yang diterimanya berbuih dan berbau seperti bahan kimia. Bau tersebut disebut masih terasa ketika air digunakan untuk mandi. Warga lain memilih menggunakan sumber air alternatif karena khawatir menggunakan air PDAM dalam kondisi tersebut.

Ironisnya, persoalan distribusi air juga disebut tidak hanya terjadi sesaat. Ada warga yang mengaku sebelumnya mengalami gangguan aliran, bahkan air sempat tidak mengalir selama beberapa hari.

Situasi ini membuat pertanyaan publik menjadi semakin besar: sejauh mana jaminan kualitas air yang diterima pelanggan setiap hari?

Perumda Air Minum Surya Sembada memang telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Namun, bagi pelanggan, permintaan maaf saja tentu belum cukup.

Yang dibutuhkan bukan hanya pernyataan bahwa petugas sedang melakukan pengecekan, tetapi juga penjelasan terbuka mengenai apa penyebab gangguan, parameter kualitas air yang berubah, wilayah mana saja yang terdampak, berapa lama kondisi tersebut berlangsung dan kapan air dinyatakan kembali aman digunakan.

Apalagi, pihak PDAM menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan pencemaran air baku Kali Surabaya yang masuk ke sistem pengolahan. Tim teknis disebut melakukan pembersihan dan penyesuaian proses pengolahan di IPAM Karang Pilang. PDAM juga mengaku berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta I selaku pihak penyedia air baku.

Jika benar pencemaran air baku menjadi pemicu, maka persoalannya justru menjadi lebih serius. Sebab, masyarakat berhak mengetahui bagaimana sistem pengawasan terhadap air baku dilakukan sebelum air tersebut masuk ke instalasi pengolahan dan akhirnya didistribusikan kepada pelanggan.

Pertanyaan berikutnya juga tidak kalah penting: apakah seluruh air yang sudah terlanjur masuk ke jaringan pelanggan benar-benar telah memenuhi standar kualitas sebelum didistribusikan?

PDAM Surya Sembada sendiri menyediakan saluran pengaduan bagi pelanggan yang terdampak, termasuk permohonan bantuan air tangki gratis. Layanan tersebut dapat diakses melalui call center 08001926666 atau WhatsApp Center 08123316666.

Langkah tersebut patut diapresiasi. Namun, dalam situasi seperti ini, transparansi harus berjalan beriringan dengan penanganan teknis.

Publik tidak cukup hanya diberi tahu bahwa kondisi sedang diperbaiki. Publik perlu mendapatkan kepastian.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini