Artinya, ada aktivitas penetapan dan pengurangan piutang yang sangat besar.
Pertanyaan publik kemudian menjadi jauh lebih spesifik:
Dari mana Rp145 miliar penambahan piutang itu berasal?
Dan:
Rp141 miliar pengurangan itu karena pembayaran atau karena koreksi administrasi?
Ini penting.
Sebab istilah “piutang berkurang” tidak otomatis berarti uang dengan jumlah yang sama masuk ke rekening kas daerah.
Pemkot sendiri dalam dokumen keuangannya menjelaskan mekanisme pengakuan piutang pajak berdasarkan adanya hak tagih yang belum dilunasi.
Karena itu, publik membutuhkan rekonsiliasi antara:
piutang → penagihan → pembayaran → penerimaan kas.
Target Pajaknya Ratusan Miliar
Pajak Reklame bukan sektor kecil.
Untuk 2025, target Pajak Reklame Surabaya disebut mencapai sekitar Rp178,2 miliar.
Sementara pada 2024, target yang direncanakan sekitar Rp161,94 miliar.
Artinya, ketika pemerintah berbicara tentang puluhan miliar piutang, yang dipertaruhkan bukan angka kecil.
Piutang Rp57 miliar setara sekitar sepertiga target Pajak Reklame 2025.