Dalam Sensus Ekonomi 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya menargetkan pendataan sekitar 490 ribu UMKM, ditambah sekitar 13 ribu usaha menengah dan 1.402 usaha besar. Angka tersebut menunjukkan besarnya ekosistem usaha yang berpotensi ikut menikmati aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan Porprov.
Karena itu, Abdul Malik menilai pemerintah perlu memikirkan sejak awal bagaimana pelaku UMKM, kuliner, ekonomi kreatif, transportasi, penginapan, hingga sektor pariwisata dapat terhubung dengan agenda Porprov.
Dengan demikian, para kontingen yang datang ke Surabaya tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga mendapatkan pengalaman sebagai wisatawan dan konsumen berbagai produk lokal.
Venue Mulai Dipetakan
Dari sisi infrastruktur olahraga, persiapan sebenarnya telah berjalan.
Pada Mei 2026, KONI Jawa Timur bersama KONI Surabaya dan Disbudporapar mulai melakukan peninjauan terhadap sejumlah venue yang akan digunakan untuk Porprov X 2027. Tahap awal menyasar sejumlah aset Pemprov Jawa Timur di kawasan Jalan Kertajaya, antara lain Dojo Karate, Dojo Judo, GOR Tenis Meja, GOR Bulutangkis Sudirman, Lapangan Jatim Seger, Kolam Renang Dispora dan GOR Kertajaya.
Pemkot Surabaya sebelumnya juga telah menyatakan memiliki sejumlah venue yang dapat digunakan untuk berbagai cabang olahraga. Beberapa fasilitas bahkan direncanakan mendapat penambahan atau pengembangan, termasuk fasilitas untuk motocross, bridge dan e-sport.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga sebelumnya meminta seluruh venue dikaji kembali untuk memastikan apakah membutuhkan perbaikan maupun peningkatan fasilitas menjelang Porprov 2027.
Meski demikian, Abdul Malik menegaskan bahwa Komisi D masih membutuhkan penjelasan lebih detail mengenai kesiapan teknis dan kebutuhan anggaran.
Anggaran Belum Final
Dalam rapat dengar pendapat tersebut, kata Abdul Malik, Disbudporapar hadir bersama sejumlah kepala bidang. Selain itu, sejumlah perangkat daerah lain juga terlibat karena penyelenggaraan Porprov membutuhkan koordinasi lintas sektor.
Disbudporapar menjadi leading sector dalam proses persiapan tersebut.
“Persiapannya ini memang sudah mulai dikonsep, mulai dikoordinasikan dengan semua dinas terkait terhadap persiapan. Mungkin nanti beberapa bulan lagi kami akan mengundang mereka untuk bisa memberikan penjelasan lebih detail,” jelasnya.
Mengenai kebutuhan anggaran, Abdul Malik mengatakan angka tersebut belum dibahas secara rinci dalam rapat kali ini.
“Anggarannya masih belum detail. Mungkin nanti terkait teknis, kemudian persiapan-persiapan yang lebih detail, nanti kita bahas dalam pertemuan yang akan datang,” katanya.
Bagi Komisi D, tahap berikutnya menjadi penting karena persiapan Porprov tidak cukup hanya dengan memastikan tersedianya arena pertandingan.
Surabaya juga perlu memastikan akses transportasi, keamanan, pelayanan publik, akomodasi, destinasi wisata, promosi kota serta ruang bagi UMKM dan pelaku ekonomi lokal.