SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Semangat Kampung Pancasila dibawa Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, dalam agenda reses di wilayah Nginden, Kamis (1/10/2026).
Dalam sehari, Politisi PDI Perjuangan ini dua kali menemui warga. Reses pertama berlangsung di Nginden Jangkungan RW 08 pada sore hari, kemudian dilanjutkan malam hari di Nginden Gang IV, RW 03.
Agenda tersebut merupakan reses tahun sidang ketiga masa persidangan pertama tahun anggaran 2026. Namun bagi Anas, reses bukan hanya forum menyampaikan program pemerintah, melainkan kesempatan melihat secara langsung apakah nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam persoalan sehari-hari masyarakat.
Hal itu ia tunjukkan saat menjelaskan program Kampung Pancasila. Alih-alih memberikan ceramah panjang, Anas justru menguji warga dengan sejumlah pertanyaan mengenai Pancasila dan meminta mereka menjelaskan kembali nilai yang terkandung di dalamnya.
Cara tersebut sengaja dilakukan agar Pancasila tidak berhenti sebagai hafalan, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Yang penting bukan hanya hafal Pancasila. Bagaimana nilai-nilai itu kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk gotong royong dan kepedulian terhadap warga sekitar,” ujar Anas.
Program Kampung Pancasila Surabaya 2026 sendiri melibatkan 1.360 RW. Penilaiannya bertumpu pada empat pilar, yakni lingkungan, ekonomi, sosial budaya dan kemasyarakatan. Pilar lingkungan dan ekonomi masing-masing berbobot 35 persen, sedangkan sosial budaya dan kemasyarakatan masing-masing 15 persen.
Dalam pilar lingkungan, salah satu indikator yang dinilai adalah partisipasi warga dalam pemilahan sampah, bank sampah dan frekuensi kerja bakti. Sementara pilar kemasyarakatan melihat partisipasi, kepedulian sosial, keamanan dan keterlibatan warga dalam menyelesaikan persoalan kampung.
Karena itu, menurut Anas, persoalan yang disampaikan warga dalam reses sebenarnya memiliki kaitan langsung dengan semangat Kampung Pancasila.
Keluhan soal bak sampah rusak, misalnya, tidak semata persoalan fasilitas. Ada persoalan kepedulian dan gotong royong yang harus dibangun bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Begitu pula persoalan penerangan jalan. Ketua RT 03 RW 03, Roma, menyampaikan kondisi PJU di Gang 3A, 3B dan 3C yang membutuhkan perhatian. Persoalan tersebut disebut sudah disurvei dan bahkan telah diajukan melalui Musbangkel pada 2024.
Anas pun meminta dokumen pengajuan tersebut agar dapat diteruskan kepada dinas terkait.
“Terkait bak sampah dan PJU, saya siap mengawal. Minta file pengajuannya, nanti segera saya teruskan ke dinas terkait,” katanya.
Semangat gotong royong yang menjadi ruh Kampung Pancasila juga terlihat dalam persoalan sosial yang disampaikan warga, terutama terkait data desil.