Jumat, 2 Oktober 2026

Dari Masalah Air PDAM hingga Data Desil, Warga Jambangan Titip Aspirasi ke Tubagus Lukman Amin

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Jumat, 2 Oktober 2026 | 11:23 WIB

 

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Persoalan pelayanan air bersih menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan warga dalam agenda reses anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Tubagus Lukman Amin, di dua titik wilayah Kecamatan Jambangan, Kamis (1/10/2026).

Reses tahun sidang ketiga masa persidangan pertama tahun anggaran 2026 itu digelar di wilayah Kelurahan Jambangan dan Kelurahan Kebonsari. Di kedua lokasi, warga menyampaikan persoalan yang relatif sama, terutama terkait pelayanan air PDAM.

Warga mengeluhkan debit air yang sangat kecil pada pagi hingga sore hari. Bahkan, menurut warga, air yang keluar hanya sekadar “kemricik” sehingga menyulitkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Persoalan berubah pada malam hari. Ketika debit air mulai deras, warga justru mengeluhkan kondisi air yang keruh. Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan kualitas sekaligus konsistensi pelayanan air bersih yang mereka terima.

Selain air PDAM, persoalan lain yang mencuat adalah ketidaksesuaian data desil dengan kondisi riil warga. Sejumlah warga khawatir pemeringkatan desil yang tidak menggambarkan kondisi sebenarnya justru membuat bantuan sosial tidak tepat sasaran.

Warga meminta agar persoalan tersebut mendapat perhatian karena data sosial menjadi salah satu dasar dalam menentukan penerima berbagai program bantuan. Menurut mereka, kondisi ekonomi keluarga di lapangan seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam pemutakhiran data.

Sejumlah aspirasi mengenai pembangunan infrastruktur lingkungan juga disampaikan kepada Tubagus. Mulai dari kebutuhan perbaikan fasilitas lingkungan hingga berbagai persoalan sarana dan prasarana yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah kota.

Tubagus Lukman Amin mengatakan, reses bukan sekadar agenda bertemu dan mendengarkan masyarakat, tetapi menjadi ruang untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi warga.

“Yang disampaikan warga ini harus kita catat dan kita kawal. Persoalan air, data desil, maupun infrastruktur semuanya berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Tubagus.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Surabaya itu menegaskan, khusus persoalan air, aspirasi warga akan menjadi bahan untuk disampaikan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Menurutnya, pelayanan dasar seperti air bersih tidak boleh hanya dilihat dari ada atau tidaknya sambungan. Kualitas, debit, kontinuitas, hingga kenyamanan masyarakat dalam mendapatkan air juga harus menjadi perhatian.

“Kalau pagi sampai sore airnya kecil, malam memang deras tetapi keruh, tentu warga merasa tidak nyaman. Ini harus menjadi evaluasi bersama. Kita ingin pelayanan air bersih benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Terkait persoalan desil, Tubagus juga meminta agar pembaruan data dilakukan secara cermat dan melibatkan kondisi faktual di lapangan. Jangan sampai keluarga yang sebenarnya membutuhkan justru kehilangan akses bantuan karena data yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

“Data itu harus terus diperbarui. Jangan hanya melihat angka atau administrasi, tetapi harus melihat kondisi riil masyarakat. Jangan sampai warga yang seharusnya mendapatkan bantuan justru tidak menerima karena persoalan data,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Tags

Terkini