"Maka itu, marilah kita bersama-sama memperjuangkan agar Pos PAUD Terpadu kembali ke tujuan kelahirannya yaitu untuk mendampingi dan mengintervensi tumbuh kembang anak-anak usia emas dengan baik dan benar," tambah Dyah.
Baca Juga: Pembangunan Suroboyo Kutho Lawas Lambat, DPRD Surabaya: Pemkot Lemah Perencanaan
Diakhir Dyah Katarina menghimbau agar Pemerintah melakukan introspeksi diri guna mencapai tujuan dan capaian yang lebih baik untuk pendidikan anak usia dini.
Dengan begitu, kegiatan sosial yang selama ini sudah dilakukan dapat berjalan dengan benar dan mengakomodasi keberagaman spesialisasi antara PAUD dan Kader Surabaya Hebat.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Bunda Pos PAUD Terpadu Wonokromo, Bu Ninik, mengapresiasi langkah-langkah Dyah Katarina di Komisi D DPRD Surabaya yang serius memperjuangkan Pos PAUD Terpadu.
Baca Juga: Lokasi banjir Surabayaberkurang 201 titik, Wali Kota Eri Targetkan Nol di Tahun 2026
"Kami berharap, ada solusi terbaik dari pemerintah kota, terutama dalam hal pengkaderan Bunda Paud yang begitu sulit," tutupnya. ***
Artikel Terkait
Lewati Antrean, RSMM Jatim Perkenalkan Aplikasi Si Galon dan DESIS
Perkuat Pesona Chinatown, Pemkot Surabaya Pasang Papan Nama Bahasa Mandarin di Kya-Kya Kembang Jepun
Jatim Berhasil Turunkan Angka Bencana, Capai 47,9 persen di Tahun 2023
Lokasi banjir Surabayaberkurang 201 titik, Wali Kota Eri Targetkan Nol di Tahun 2026
DPRD Surabaya Desak Peninjauan Ulang Retribusi Foto dan Video di Balai Pemuda
Pembangunan Suroboyo Kutho Lawas Lambat, DPRD Surabaya: Pemkot Lemah Perencanaan
Ketua Komisi B DPRD Surabaya Protes: Pamflet Retribusi Pemotretan di Alun-alun Tidak Sesuai Hasil Pembahasan
DPRD Surabaya Setuju Retribusi Foto dan Video di Balai Pemuda, Tapi...!
Protes DPRD Terus Mengalir terkait Penempelan Pamflet Restribusi di Alun-alun Surobyo
Reses Dyah Katarina: Warga Putat Gede Timur butuh Penambahan Sekolah Negri