NAWACITAPOST.COM - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi meresmikan Gedung Rawat Jalan dan Kamar Operasi Modular Operating Theatre (MOT) di Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur (RSMM Jatim) pada Selasa (16/1/2024).
Dalam acara tersebut, juga diluncurkan Aplikasi Si Galon dan Aplikasi DESIS untuk mendukung program skrining mandiri bagi masyarakat terduga low vision dan gangguan ketegangan mata digital.
Gedung rawat jalan baru ini, yang terdiri dari lima lantai dengan 32 ruangan, dan kamar operasi MOT ruang operasi, bertujuan untuk memastikan operasi atau penanganan pasien rumah sakit berjalan lancar.
Baca Juga: Tempelan Pamflet Restribusi di Balai Pemuda: AH Thony sebut Kebablasan dan Kemunduran
Aplikasi Si Galon (Deteksi Gejala Low Vision Sedini Mungkin) dan Aplikasi DESIS (Digital Eye Strain Information System) merupakan terobosan teknologi untuk mendukung skrining mandiri bagi masyarakat dengan potensi masalah penglihatan.
Gubernur Khofifah menyatakan apresiasi terhadap kemajuan RSMM Jatim. "Gedungnya sudah baru, kualitasnya terus dibenahi dengan peluncuran aplikasi Si Galon dan Aplikasi DESIS. Saya rasa itu akan membawa penguatan image building bagi rumah sakit mata ini, karena menjaga layanan berkualitas, dan kepercayaan masyarakat itu sangat penting," ungkap Khofifah.
Menanggapi hal ini, Gubernur Khofifah juga mengarahkan agar RSMM Jatim mempertimbangkan perubahan nama rumah sakit dengan menggunakan nama tokoh pelopor atau penggerak kesehatan mata di Jawa Timur.
Baca Juga: Ketua Pansus Raperda Restribusi Minta Pamflet di Balai Pemuda Surabaya 'DICOPOT'
Ia menegaskan bahwa hal tersebut dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat citra rumah sakit di mata masyarakat.
Direktur RSMM Jatim, Eka Basuki Rahmat, menyampaikan bahwa rumah sakit ini memiliki 206 pegawai, termasuk 16 dokter spesialis mata, 1 dokter spesialis dalam, dan 1 dokter spesialis patologi klinis. RSMM Jatim, sebagai pemberi layanan kesehatan mata masyarakat, telah mengalami peningkatan kunjungan pasien dari tahun ke tahun.
"Alhamdulillah tahun 2023 kunjungan kami meningkat menjadi 67.738 pasien. Selain itu, kita juga merawat penyakit yang menyebabkan kebutaan seperti penyakit pupil retina, katarak, dan glukoma," papar Eka.
Baca Juga: Bertemu Anas Karno, Pengurus RW/RT Wisma Mukti Sampaikan Keluhan dan Harapan
Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik, RSMM Jatim juga mengembangkan oftamologi community dengan melakukan skrining di sekolah-sekolah, rumah anak prestasi, bekerja sama dengan Puskesma, dan skrining di pondok pesantren.
Aplikasi Si Galon dan Aplikasi DESIS diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan skrining mandiri untuk mendeteksi gangguan kesehatan mata.
Artikel Terkait
Perdana! Pemkot Surabaya Gelar Perayaan Natal : Bukti Harmonisasi Toleransi Beragama
Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Beasiswa Penghafal Kitab Suci untuk 1.419 Pelajar. Ini link pendaftarannya!
Di Pimpin Eri Cahyadi, Program Padat Karya Surabaya Sukses Menyerap 36.194 Tenaga Kerja
Bertemu Anas Karno, Pengurus RW/RT Wisma Mukti Sampaikan Keluhan dan Harapan
Ketua Pansus Raperda Restribusi Minta Pamflet di Balai Pemuda Surabaya 'DICOPOT'
Tempelan Pamflet Restribusi di Balai Pemuda: AH Thony sebut Kebablasan dan Kemunduran