Sementara untuk pengembangan pariwisata d Baduy, Pemprov Banten fasilitasi tempat parkir.
“Pemprov Banten memfasilitasi tempat parkir untuk pengembangan pariwisata. Direncanakan bakal dibangun etalase tenun, dan fasilitas lainnya,” paparnya.
“Bersama Kementerian terkait juga dilakukan perbaikan infrastruktur jalan. Akses menuju wisata budaya Baduy akan semakin lancar dan cepat, didukung Jalan Tol Serang - Panimbang,” tambah Al Muktabar.
Al Muktabar menegaskan, pihaknya akan selalu bergandeng tangan untuk memperkuat masyarakat Baduy. Melestarikan budaya Baduy, dirinya juga merespon atas usulan Kepala Desa Kanekes Jaro Saija untuk diadakan Festival Tenun Baduy.
“Kita dukung Wisata Budaya Baduy untuk berkembang,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Provinsi Banten Tine Al Muktabar menegaskan, Pelatihan Tenun Baduy sebagai pelestarian budaya Baduy. Sekaligus sebagai pemberdayaan perempuan untuk penguatan ekonomi keluarga.
Dalam laporannya, Ketua harian Dekranasda Provinsi Banten Babar Suharso mengatakan Pelatihan Tenun Baduy diikuti oleh 80 orang dari Kanekes, Kaduketug, Gembong, dan Cisaban.
“Peminat Tenun Baduy meningkat. Tenun Baduy menjadi kebanggaan Provinsi Banten,” ungkapnya.
Dikatakan, masing-masing peserta mendapatkan bantuan alat tenun, pemintal benang, dan paket benang bahan tenun 10kg.