Kamis, 4 Juni 2026

Tragedi Longsor TPST Bantargebang, Pemprov DKI Aktifkan Tanggap Darurat

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Senin, 9 Maret 2026 | 21:41 WIB
Ilustrasi Pemprov DKI Aktifkan Tanggap Darurat terh6Tragedi Longsor TPST Bantargebang (Ai)
Ilustrasi Pemprov DKI Aktifkan Tanggap Darurat terh6Tragedi Longsor TPST Bantargebang (Ai)

NAWACITAPOST.COM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta resmi mengaktifkan status Operasi Tanggap Darurat menyusul bencana tanah longsor yang melanda area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang pada Minggu (8/3/2026).

Insiden maut yang terjadi di tengah aktivitas operasional tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan sejumlah armada truk sampah tertimbun material.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, yang memimpin langsung operasi di lapangan, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penyelamatan, evakuasi korban, serta stabilisasi struktur gunungan sampah guna mencegah longsor susulan.

Baca Juga: Matangkan RUU Administrasi Pertanahan, Kementerian ATR/BPN Gandeng KAPTI-AGRARIA

Kronologi dan Identitas Korban
Bencana ini terjadi secara mendadak, menimbun area yang mencakup warung warga, zona pemulung, dan jalur antrean truk sampah.

Berdasarkan data terkini, tim gabungan mengonfirmasi empat korban jiwa, yang terdiri dari petugas lapangan, pekerja sektor informal, dan warga setempat:

  • Sumine (60): Pemilik warung di sekitar lokasi kejadian.
  • Dedi Sutrisno: Pengemudi truk sampah.
  • Irwan Supriyatin: Pengemudi truk sampah.
  • Endah Widayanti (25): Warga yang berprofesi sebagai pemulung.

Selain korban meninggal, satu orang pengemudi truk asal Sudin LH Jakarta Selatan bernama Slamet dilaporkan mengalami luka ringan. Setelah mendapatkan perawatan medis intensif di fasilitas kesehatan terdekat, Slamet dinyatakan stabil dan telah diperbolehkan pulang.

"Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin seluruh hak korban, baik melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi petugas PJLP, maupun santunan sosial bagi warga terdampak lainnya," ujar Asep Kuswanto.

Baca Juga: Gebrakan Baru Ciputra Group, Citra Homes Halim Hadirkan Hunian di Jantung Jakarta

Evakuasi Masif dan Pengerahan Alat Berat

Operasi penyelamatan dilakukan secara kolaboratif melibatkan lintas instansi dan satuan wilayah, di antaranya:

  1. 1Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya & Koramil 05/Bantargebang.
  2. BPBD DKI Jakarta & BPBD Kota Bekasi.
  3. Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi & Polsek Bantargebang.

Untuk mempercepat pengerukan material longsor, DLH DKI mengerahkan sedikitnya 13 unit ekskavator dan 2 unit ambulans siaga. Dari total tujuh truk sampah yang tertimbun, lima unit telah berhasil dievakuasi ke zona aman.

Saat ini, petugas masih berupaya keras mengeluarkan dua unit truk tersisa, termasuk kendaraan yang dikemudikan oleh mendiang Irwan Supriyatin dan Riki Supriyadi (Sudin LH Jakarta Utara).

Skema Santunan dan Jaminan Kesejahteraan

Pemerintah DKI Jakarta memastikan tidak akan lepas tangan terhadap para korban. Skema bantuan telah disusun sebagai berikut:

Baca Juga: Bekasi Masuk Nominasi, Inilah Daftar 9 Kota Paling Toleran di Indonesia Tahun 2024

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini