Kamis, 4 Juni 2026

Klepon, Gamelan, hingga Jaranan: Dosen dan Mahasiswa Asing Belajar Budaya Indonesia di YPPI Schools

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Senin, 8 September 2025 | 10:32 WIB

NAWACITAPOST.COM – Suasana penuh semangat dan kegembiraan terasa di YPPI Schools, Jalan Sutorejo Utara, Surabaya, saat puluhan mahasiswa dan dosen asing dari sembilan negara mengikuti program Community and Technological Camp (CommTECH) Highlight 2025. Acara ini merupakan kerja sama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan YPPI Schools, sekaligus menjadi wadah pertukaran budaya antarbangsa.

Acara dibuka dengan Tari Remo, tarian selamat datang khas Jawa Timur yang dibawakan siswa SD YPPI-IV. Gerakan penuh energi dan balutan busana tradisional sukses memikat tamu asing.

Para peserta diajak mengenal budaya Nusantara dengan cara unik dan interaktif:

Mahasiswa dan dosen asing dibagi kelompok untuk mempelajari gamelan dari Jawa dan angklung dari Sunda.

“Dengan penuh semangat, mereka mencoba memainkan nada dan tempo secara kompak, menciptakan harmoni yang unik dan penuh kebersamaan,” jelas panitia.

Keseruan berlanjut dengan sesi membuat klepon, jajanan tradisional isi gula merah. Para peserta belajar menggulung adonan, merebus hingga matang, lalu menikmati manisnya klepon bersama siswa YPPI.

Mereka juga diajak bernostalgia lewat permainan khas Indonesia seperti Engkle, Dakon, Bekel, hingga Lompat Tali. Suasana penuh tawa menciptakan keakraban lintas budaya.

Tak hanya itu, pertunjukan seni dari siswa YPPI ikut mewarnai acara, mulai dari permainan pianika oleh anak-anak preschool, Tari Kendang oleh siswa SD YPPI-V, hingga Tari Jaranan oleh siswa SMP YPPI-3.

Kepala Divisi Operasional YPPI Schools, Pujiati, S.M., menegaskan pentingnya pengalaman langsung dalam memahami budaya.

“Dengan program ini, kami berharap budaya Indonesia bisa dikenang oleh mereka yang hadir hari ini. Kami percaya bahwa memahami budaya tidak cukup hanya dari buku, tetapi harus dirasakan, dicicipi, dan dialami langsung,” ujarnya.

Roni Purwantoro, Kepala SMP YPPI 3, menambahkan bahwa tahun ini acara terasa istimewa karena diikuti oleh 34 peserta, termasuk tujuh profesor dari berbagai negara.

“Komtek ini sebenarnya wadah pengenalan teknologi dari ITS, tapi di dalamnya ada program budaya. Kerja sama dengan YPPI sudah berjalan sejak 2014. Setelah sempat vakum, kini kami hadir lagi dengan nuansa berbeda,” jelasnya.

Roni juga menegaskan bahwa kegiatan budaya seperti musik dan permainan tradisional memberi ruang interaksi, sekaligus mengajarkan anak-anak YPPI bahwa pembelajaran tidak selalu terbatas di dalam kelas.

Sementara itu, Wina Ayu Trisnawati, Kepala SD YPPI-IV, memperkenalkan “signature item” sekolahnya, yakni teh bunga telang sebagai minuman penyambutan.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini