“Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan mahasiswa angkatan 2024 yang baru masuk ke Fakultas Kedokteran UWKS. Mereka belajar langsung berinteraksi dengan masyarakat, melakukan pemeriksaan seperti tensi, cek gula darah, kolesterol, hingga asam urat, serta memberikan penyuluhan,” jelas Ester.
Baca Juga: Pengabdian kepada Masyarakat: FK UWKS Turun ke Desa Sukorejo, Sosialisasi Bahaya Stroke dan Jantung
Ia menambahkan, pemeriksaan dan konsultasi yang dilakukan bersifat gratis.
“Kami ingin kegiatan ini terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya, agar lebih meriah dan berdampak luas bagi masyarakat,” imbuhnya.
Wakil Dekan III FK-UWKS, Dr. Sukma Sahadewa, menekankan bahwa kegiatan yang dahulu disebut Bakti Sosial Angkatan kini telah bertransformasi menjadi Medical Bonding (Medbond), dengan pendekatan tematik yang lebih berdampak ke pada masyarakat.
Baca Juga: Kampus Berdampak, Pengmas FK-UWKS Tanamkan Pentingnya Vitamin D bagi Siswa SMPN 56
“Medbond tahun ini fokus pada dua usia rentan, yakni lansia dan anak-anak. Tema dan materi penyuluhan dipilih sesuai dengan visi misi pengabdian FK-UWKS, yakni peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi yang berbasis keilmuan,” terang dr. Sukma.
Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat Desa Sukorejo dipilih berdasarkan kebutuhan nyata, terutama karena tingginya prevalensi lansia dan permasalahan kesehatan kronis yang kompleks.
“Kami tidak hanya memberi output berupa edukasi oleh dosen, tetapi juga outcome berupa peningkatan kesadaran kesehatan. Pemeriksaan yang kami lakukan meliputi berat badan, tinggi badan, gula darah, kolesterol, asam urat, hingga kepadatan tulang, yang didampingi langsung oleh para dosen pakar,” tambahnya.
Baca Juga: Sinergi Antar Universitas: UWKS Edukasi Mahasiswa Adi Buana tentang Genetika dan Infertilitas
Tak kalah penting, Dr. Sukma menyampaikan capaian prestasi kampus UWKS dalam skala nasional.
“Universitas Wijaya Kusuma Surabaya saat ini menempati peringkat ke-32 nasional dari sekitar 3.000 perguruan tinggi swasta versi Unirank. Di Jawa Timur, kami berada di posisi ke-4 dari sekitar 367 PTS, dan khusus di Surabaya, kami menempati posisi ke-2 dari 77 institusi. Ini bukti bahwa kami tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga aktif dalam pengabdian masyarakat,” tegasnya.