Baca Juga: Membaca 75 Tahun GMKI: Refleksi dan Tantangan di Era Bonus Demografi
- Transparansi Keuangan Real-Time: Semua kader bisa melihat laporan keuangan pusat.
- Forum Diskusi Online: Cabang dapat membuat halaman web terintegrasi dengan website nasional.
Dengan langkah ini, Timo ingin memastikan bahwa GMKI tak tertinggal oleh zaman. “Peluncuran ini menjadi pernyataan keras bahwa GMKI ke depan tidak bisa lagi dikelola dengan cara lama. Zaman berubah, sedikit sentuhan teknologi ini bisa memberi harapan,” ucapnya.
Baca Juga: Seminar GMKI Surabaya: Menguatkan Literasi Digital dan Penyiaran Menuju Indonesia Emas 2045
Lebih lanjut, Timo menekankan keterbukaan timnya terhadap masukan: “Saya dan tim tetap terbuka untuk siapa pun yang ingin bergabung atau menyumbang ide. Langsung saja ke DM Instagram kami di @satujiwa.uous atau WA saya pribadi. Kami respon cepat, karena ini bukan soal siapa yang paling vokal, tapi siapa yang paling siap bekerja,” katanya mantap.
Dalam penutupan acara, Timo kembali mengingatkan seluruh kader agar tetap menjunjung tinggi kepentingan organisasi. “Jangan pernah mengorbankan nasib organisasi ini demi kepentingan pribadi. Ini yang menjadi dasar kita hadir di sini, dan saya pastikan hari ini kita tetap fight dan akan menang,” serunya penuh semangat.
Meski kongres tengah berjalan dalam suasana yang kurang kondusif, langkah Timo ini menunjukkan bahwa rekam kerja dan substansi jauh lebih kuat daripada sekadar suara lantang. Ia memilih bergerak senyap, namun penuh isi. Dan dari langkah ini, banyak kader mulai percaya: perubahan sudah dimulai. ***