Pernyataan sikap Perkumpulan Alumni Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Perluni UAJ)
NAWACITAPOST.COM — Sehubungan dengan ketegangan dan situasi genting yang melanda Jakarta pada 28-29 Agustus 2025, termasuk terjadinya peristiwa tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan taktis Brimob, serta eskalasi demo yang berujung pada aksi anarkis dan kerusakan fasilitas publik, Perluni UAJ menyampaikan sikap resmi sebagai berikut:
1. Turut Berbelasungkawa Secara Mendalam
Kami menyampaikan rasa duka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, yang menjadi korban dalam insiden truk taktis Brimob pada 28 Agustus di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat Kami berharap keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan, penghiburan, dan dukungan dari berbagai pihak. Kami juga mengapresiasi upaya pemerintah dan pihak kepolisian dalam memberikan tanggapan, termasuk permintaan maaf dari Kapolri dan penahan sementara tujuh anggota Brimob terkait.
Baca Juga: Memadati Jalan, Warga Desa Gempol Klutuk Kecamatan Tarik Meriakan Hut Ri Ke 80
2. Pemimpin Harus Tunjukkan Empati di Tengah Krisis Ekonomi
Dalam masa ekonomi yang masih sangat sulit bagi rakyat, ditandai dengan tuntutan demonstran terhadap kenaikan tunjangan parlemen, tingginya biaya hidup, pemutusan hubungan kerja, hingga naiknya pajak properti, kewajiban pemimpin adalah tampil sebagai pelindung dan pendengar. Aksi demo yang berawal dari rasa ketidakadilan ini semestinya ditanggapi dengan kepekaan, bukan dengan tindakan represif.
3. Kekerasan Bukan Solusi, Hentikan Segala Bentuk Kekerasan
Perluni UAJ mengecam setiap bentuk kekerasan dalam unjuk rasa, baik yang dilakukan oleh aparat maupun pihak demonstran. Insiden berujung fatal seperti kematian Affan hanya akan memperlebar luka dan memperlemah ikatan kebangsaan kita. Demo harusnya menjadi ruang dialog, bukan alat perusakan.
Baca Juga: Polwan Polresta Sidoarjo Gelar Ziarah ke Makam Pahlawan
4. Waspadai Provokasi Identitas dan Isu SARA
Kami memperingatkan agar semua pihak menjauhi provokasi bernuansa komunalisme atau SARA yang bisa memperparah keretakan sosial. Narasi yang dibangun baik di lapangan maupun di media, harus disikapi secara kritis dan ditransmisikan dengan penuh tanggung jawab.
5. Tanggung Jawab Elit, Harapan Rakyat
Pemimpin Nasional harus ada yang bertanggungjawab atas kekacauan ini, baik dari eksekutif maupun legislatif, sebagai bentuk sikap ksatria sekaligus memberi ruang peluang bagi rakyat mendapatkan kepemimpinan nasional kolegial yang lebih efektif, pro kesejahteraan rakyat dan mampu menampilkan kekuatan Bangsa Indonesia dalam dinamika geopolitik global.
Baca Juga: Puncak Milad 12th Pasmanbaya 1-9 Ditunda Demi Keamanan
Harapan kami:
Artikel Terkait
Melalui Zoom, Lapas Kelas III Gunungtua Ikuti Pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan
Lapas Padangsidimpuan Gelar Sidang TPP Bahas Usulan Pembebasan Bersyarat 24 Warga Binaan, Diikuti Keluarga Penjamin
Komitmen Peduli Masyarakat Sekitar, Rutan Humbang Hasundutan Berbagi Puluhan Sarapan
Berikan Perhatian Terhadap Peristiwa Dibalik Demonstrasi, Berikut Pernyataan Ketum PGLII
Setetes Darah, Sejuta Harapan: Pasmanbaya 1-9 Gelar Donor Darah di Milad ke-12