advertorial

Surplus Melambung USD 16,63 Miliar, Ekspor Jawa Barat Sukses Pukul Mundur Impor

Rabu, 2 September 2026 | 19:23 WIB

NAWACITAPOST.COM — Neraca Perdagangan Provinsi Jawa Barat Periode Januari-Juli 2026 mencatatkan performa luar biasa dengan mencetak surplus sebesar USD 16,63 miliar. Capaian positif ini didorong oleh dominasi nilai ekspor yang menembus USD 23,58 miliar, sementara nilai impor berhasil ditekan hingga hanya menyentuh USD 6,95 miliar pada periode tersebut.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, nilai ekspor Jawa Barat Januari-Juli 2026 mencapai USD 23,58 miliar atau naik 6,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai USD 23,40 miliar juga naik 6,35 persen. Demikian juga ekspor migas yang mencapai USD 178,27 juta atau naik 16,85 persen.

Lonjakan ekspor nonmigas Jawa Barat didominasi oleh Golongan Mesin dan Peralatan Mekanis sebagai komoditas dengan peningkatan terbesar, yakni melonjak USD 418,86 juta (23,94 persen). Sebaliknya, penurunan terdalam dialami oleh Golongan Karet dan Barang dari Karet yang terkoreksi USD 114,86 juta (12,72 persen).
 
Baca Juga: Sinyal Bahaya Regenerasi: Setia Budi Mendrofa Tegaskan Kepemimpinan Ideal Cukup Satu Periode

Amerika Serikat menjadi pasar utama tujuan ekspor nonmigas terbesar Jawa Barat dengan nilai mencapai USD 3,98 miliar, disusul Filipina sebesar USD 2,07 miliar, dan Jepang sebesar USD 1,69 miliar. Kumulasi kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 33,09 persen dari total ekspor nonmigas. Secara kawasan, ekspor ke ASEAN menembus USD 6,27 miliar, sedangkan pengiriman ke pasar Amerika dan Eropa mencapai USD 8,87 miliar.

"Kinerja ekspor sektoral Januari-Juli 2026 dibanding periode yang sama tahun 2025 mengalami peningkatan di semua sektor kecuali sektor pertambangan. Sektor Migas naik 16,85 persen; Sektor Pertanian naik 18,51 persen dan sektor Industri Pengolahan naik 6,29 persen sedangkan Sektor Pertambangan turun 3,31 persen," kata Margaretha dalam acara Rilis Berita Resmi Statistik, Selasa (1/9/2026).

Di sisi lain, nilai impor Jawa Barat Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 6,95 miliar atau mengalami penurunan 1,45 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Impor nonmigas mencapai USD 6,58 miliar (naik 6,35 persen), sedangkan impor migas anjlok drastis menjadi USD 376,54 juta atau turun 56,80 persen.

Pada kelompok komoditas impor nonmigas, Golongan Mesin dan Peralatan Mekanis mencatat penurunan terbesar senilai USD 138,48 juta (22,23 persen). Sementara itu, komoditas yang mengalami lonjakan impor tertinggi adalah Golongan Mesin dan Perlengkapan Elektronik sebesar USD 245,44 juta (25,92 persen).
 
Baca Juga: Update Kasus MBG Ponpes Manba'ul Hikam: Pengasuh Tepis Isu Korban Jiwa

Tiongkok masih menguasai posisi sebagai negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ke Jawa Barat dengan nilai USD 2,78 miliar (42,14 persen), disusul Jepang sebesar USD 788,98 juta (11,99 persen), dan Korea Selatan senilai USD 779,07 juta (11,84 persen).

Berdasarkan golongan penggunaan barang, nilai impor untuk Barang Konsumsi mengalami kenaikan 5,73 persen. Sebaliknya, impor Bahan Baku/Penolong serta Barang Modal menunjukkan tren penurunan, masing-masing menyusut 1,04 persen dan 9,84 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Tags

Terkini