Selasa, 23 Juni 2026

Gerbang Tahap 1 Ditutup! Ratusan Ribu Calon Siswa Jabar Bersiap Menuju Babak Baru

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Senin, 22 Juni 2026 | 19:24 WIB

NAWACITAPOST.COM — Detik-detik menegangkan yang menguras emosi ratusan ribu orang tua dan calon siswa di Jawa Barat akhirnya mencapai puncaknya. Tepat pada Jumat, (19/6/2026), tirai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap 1 resmi ditutup. Kini, ratusan ribu calon murid baru yang berhasil lolos seleksi ketat mulai menatap babak baru: bersiap melakukan daftar ulang dan mengamankan kursi impian mereka.

Di tengah tingginya tensi kompetisi, Purwanto Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, menegaskan bahwa seluruh proses SPMB tahun ini berdiri kokoh di atas prinsip transparansi, keadilan, dan akuntabilitas. Disdik Jabar bergerak agresif mengoptimalkan setiap kuota yang tersedia demi satu misi besar: memastikan hak pendidikan seluruh anak di Jawa Barat terpenuhi tanpa celah.

"Kami mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan SPMB Tahap 1. Bagi calon murid baru yang belum terpetakan, tidak perlu khawatir. Kesempatan masih terbuka lebar melalui SPMB Tahap 2. Peluang untuk memperoleh layanan pendidikan berkualitas tetap ada," tegas Purwanto dengan nada optimistis, Sabtu (20/6/2026).

Baca Juga: Garda Terdepan Keadilan Menembus Batas Kecamatan: YLHBR-ABR-I Siap Putus Rantai Buta Hukum di Bandar Lampung!

Catat Tanggal Mainnya: Jangan Sampai Lengah!

Perjuangan belum usai. Bagi para calon murid yang telah dinyatakan lolos dan terpetakan pada Tahap 1, gerbang sekolah tujuan menanti untuk proses Daftar Ulang. Sementara bagi mereka yang belum beruntung, genderang perang Tahap 2 siap ditabuh kembali.

Berikut adalah linimasa krusial yang wajib dicatat:

  • Daftar Ulang Tahap 1: 26 dan 29 Juni 2026 (Langsung di sekolah tujuan).

  • Pembukaan SPMB Tahap 2: 30 Juni, serta 1, 2, 3, dan 6 Juli 2026.

Menyikapi realitas bahwa kapasitas sekolah negeri belum mampu menampung seluruh ledakan lulusan SMP dan MTs di Jabar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tidak tinggal diam. Langkah strategis diambil dengan memperkuat sinergi bersama sekolah-sekolah swasta. Langkah ini menjadi jaring pengaman agar tidak ada satu pun anak di Jawa Barat yang putus sekolah.

"Komitmen kami adalah mengawal seluruh proses ini secara terbuka. Setiap satuan pendidikan telah kami siapkan untuk memberikan pelayanan dan informasi yang utuh serta transparan kepada orang tua maupun calon murid," tambah Kadisdik.

Baca Juga: Ribuan Umat dan Tokoh Lintas Negara Siap Gelar Konferensi Doa Akbar 2026 di Jantung IKN

Tangis Haru dan Secercah Asa di SMKN 3 Bandung

Dramatisme SPMB tahun ini terekam jelas dari riuh rendah emosi para orang tua. Salah satunya adalah Tuti Ningsih. Perasaannya sempat campur aduk sebelum akhirnya tangis haru berubah menjadi sujud syukur saat mengetahui putrinya, Nayla Dwi Alifah, sukses menembus ketatnya persaingan di SMKN 3 Bandung.

"Alhamdulillah, anak saya berhasil terpetakan di SMKN 3 Bandung. Selama mengikuti prosesnya, kami dapat memantau hasil seleksi secara berkala dan semuanya berjalan lancar. Semoga anak kami dapat belajar dengan semangat serta meraih prestasi di sekolah pilihannya," ungkap Tuti dengan mata berkaca-kaca.

Nayla pun tidak dapat menyembunyikan rona bahagia di wajahnya. Ketakutan yang sempat membayanginya selama berhari-hari runtuh seketika saat pengumuman resmi keluar.

"Aku bersyukur banget bisa terpetakan di sekolah yang aku pilih. Awalnya sempat khawatir saat menunggu hasil seleksi, tapi akhirnya berhasil. Alhamdulillah, aku siap belajar lebih giat lagi di sekolah pilihanku!" seru Nayla penuh ambisi dan semangat membara.

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini