Senin, 3 Agustus 2026

Bukan Halangan! SMP Negeri 2 Ngronggot Kabupaten Nganjuk Jawa Timur Tembus OSN

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Senin, 3 Agustus 2026 | 18:59 WIB

NAWACITAPOST.COM — Di tengah keterbatasan fasilitas dan terpencilnya lokasi di Desa Tanjungkalang, Kecamatan Ngronggot, SMP Negeri 2 Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur membuktikan bahwa semangat tak bisa dibatasi oleh batas geografis. Sekolah pedesaan ini secara mengejutkan berhasil menembus ajang prestisius Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Jawa Timur, mendobrak stigma bahwa sekolah kecil selalu tertinggal.

Melalui program peminatan berbasis kecakapan hidup (life skill), pembelajaran moving class, penguatan lingkungan Adiwiyata, hingga sekolah sehat, sekolah yang akrab disapa “ESPEROGO” ini konsisten mencetak generasi yang berkarakter, mandiri, dan tangguh.

Melawan Keterbatasan dengan Inovasi Membumi

Agus Mardiwasono, S.Pd, M.Pd, Kepala SMP Negeri 2 Ngronggot, Nganjuk. (Istimewa)

Baca Juga: Menembus Awan Wilis: SMPN 1 Sawahan Nganjuk Cetak Generasi Emas Berprestasi

Kondisi sosial masyarakat sekitar yang didominasi kawasan agraris justru dijadikan modal utama untuk merancang sistem pendidikan yang aplikatif. Kepala SMP Negeri 2 Ngronggot, Agus Mardiwasono, S.Pd, M.Pd, menegaskan bahwa status sekolah pedesaan bukan alasan untuk menyerah pada keadaan.

“Meski kami sekolah kecil di pedesaan, kami punya visi besar, yaitu mewujudkan sekolah berbasis peminatan yang melahirkan insan berkarakter, terampil, dan adaptif. Keterbatasan bukan halangan, justru menjadi pemicu kami untuk lebih kreatif,” ujar Agus, Senin (3/8/2026).

Bekali Siswa Keterampilan Nyata

Untuk menjawab tantangan zaman dan kondisi ekonomi siswa yang rata-rata berasal dari keluarga kurang mampu, sekolah menghadirkan empat bidang peminatan utama: kewirausahaan, olahraga, seni, dan pertanian.

  • Pertanian: Siswa diajak mengolah tanah dan bercocok tanam langsung di lahan sekolah.

  • Kewirausahaan: Hasil tani diolah menjadi produk bernilai jual. Tak hanya itu, siswa juga dibekali keterampilan praktis seperti jasa laundry (mencuci dan menyetrika pakaian).

“Kami ingin lulusan SMP Negeri 2 Ngronggot punya bekal keterampilan yang bisa langsung mereka manfaatkan, apalagi banyak siswa kami berasal dari keluarga yang kurang mampu. Life skill ini penting untuk masa depan mereka,” jelas Agus.

Suasana belajar dinamis ala perkotaan pun dihadirkan lewat sistem moving class. Meski dengan fasilitas sederhana, siswa dilatih berpindah ruang sesuai mata pelajaran demi memupuk kedisiplinan.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Peringatkan ASN Nakal: Jangan Manipulasi Absensi, Sanksi Berat Menanti!

“Moving class ini kami adaptasi meski dengan fasilitas yang sederhana. Tujuannya agar siswa tetap mendapat suasana belajar yang dinamis, sekaligus melatih kedisiplinan dan tanggung jawab mereka berpindah tempat sesuai jadwal,” kata Agus.

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini