NAWACITAPOST.COM — Di tengah tantangan pengawasan dan pengumpulan pajak korporasi raksasa yang membutuhkan kepemimpinan bertangan dingin serta pemahaman mendalam terhadap dinamika dunia usaha, Kementerian Keuangan Republik Indonesia menetapkan langkah strategis.
Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Suahasil Nazara mempercayakan pucuk kepemimpinan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Wajib Pajak Besar—atau yang dikenal sebagai Large Taxpayers Office (LTO)—kepada birokrat senior R. Dasto Ledyanto.
Penunjukan Dasto Ledyanto bukan tanpa alasan. Kanwil DJP Wajib Pajak Besar merupakan salah satu unit paling vital dan berisiko tinggi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak, yang secara khusus memikul tanggung jawab atas kepatuhan perpajakan perusahaan-perusahaan skala nasional maupun multinasional yang menjadi tulang punggung penerimaan kas negara.
Di bawah komando Menkeu Suahasil Nazara, posisi kunci ini ditempati oleh sosok yang telah mendedikasikan lebih dari tiga dekade hidupnya di barisan depan perpajakan Indonesia. Rekam jejak kepemimpinan Dasto Ledyanto sebelumnya juga dikukuhkan saat pelantikannya sebagai Kepala Kanwil DJP Wajib Pajak Besar oleh Purbaya Yudhi Sadewa pada Jumat, 6 Februari 2026.
Penugasan ini menempatkan Dasto dalam jajaran garis depan arsitek fiskal yang bertanggung jawab mengawal target-target pendapatan negara. Putra kelahiran Surabaya, 2 Desember 1966 ini meniti jalan panjang di Kementerian Keuangan sejak mengawali pengabdiannya sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 1 Januari 1992.
Pengalaman akademisnya diperkuat melalui gelar Magister Sains bidang Administrasi Perpajakan dari Universitas Indonesia pada 2003, yang kemudian dipadukan dengan jejak penugasan di barisan lini strategis DJP.
Dasto secara konsisten menapaki tangga karier struktural yang berbobot:
- 2006: Dipercaya menjabat sebagai Kepala Bidang.
- 2008: Memangku amanah sebagai Kepala Subdirektorat di Kantor Pusat DJP.
- 2012: Ditunjuk sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Ekstensifikasi dan Intensifikasi Pajak.
- 2013: Menjabat sebagai Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan.
- 2015: Dipercaya memimpin salah satu Kantor Wilayah DJP.
- 2016: Kembali ke kantor pusat sebagai Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian.
- 2019: Menjabat sebagai Direktur Teknologi Informasi Perpajakan.
- 2019–2024: Dipercaya memimpin jajaran sebagai Direktur Data dan Informasi Perpajakan.
Revolusi data, teknologi informasi, hingga pengawasan potensi penerimaan telah menjadi makanan sehari-hari bagi Dasto sebelum akhirnya dipercaya mengomandoi LTO sejak Februari 2026. Portofolio prestasinya tercatat impresif, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Presiden Republik Indonesia dianugerahi Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada 2021 dan Satyalancana Karya Satya XXX Tahun pada 2022 atas loyalitas tanpa putus. Di panggung diplomasi perpajakan, ia dipercaya menjadi delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi The 49th Annual Meeting of SGATAR pada 2019.
Tak hanya itu, kepemimpinan Dasto juga diakui lewat keberhasilannya membawa penyusunan laporan keuangan DJP meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama sepuluh tahun berturut-turut pada periode 2011–2021, serta pengakuan inovasi pada ajang IT Summit 2021 Direktorat Jenderal Pajak.
Kini, dengan kombinasi rekam jejak pengawasan data modern dan keahlian di bidang kepatuhan, kepercayaaan yang diberikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara kepada R. Dasto Ledyanto menjadi cerminan fokus pemerintah untuk memastikan penerimaan dari sektor wajib pajak besar tetap tangguh, akuntabel, dan berintegritas tinggi.(Fifi Abdurahman)