politik

Dari Balai Kota ke Grahadi: Seberapa Besar Peluang Eri Cahyadi Merebut Jatim 1?

Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:09 WIB
Gambar ilustrasi

Jawa Timur sendiri adalah salah satu medan politik terbesar di Indonesia. Tetapi menjadi kader partai besar tidak otomatis membuat seseorang menjadi calon gubernur.

Pada akhirnya, pencalonan gubernur membutuhkan kombinasi antara keputusan elite partai, konfigurasi koalisi, elektabilitas, kekuatan jaringan, kemampuan finansial politik, serta penerimaan masyarakat di luar basis asal kandidat.

Eri punya Surabaya.

Tetapi Jawa Timur bukan Surabaya.

Ada Madura, Mataraman, Tapal Kuda, Arek, Pantura, kawasan Gerbangkertosusila, hingga wilayah selatan Jawa Timur. Setiap kawasan memiliki karakter politik, jaringan sosial, tokoh lokal, basis pesantren, organisasi masyarakat, serta preferensi politik yang tidak selalu sama.

Karena itu, tantangan Eri bukan lagi sekadar memenangkan warga Surabaya.

Tantangannya adalah mengubah identitas dari "wali kota Surabaya" menjadi "figur Jawa Timur".

Rekam kerja akan menjadi senjata sekaligus bumerang

Eri memiliki waktu hingga akhir periode 2030 untuk membuktikan apakah Surabaya benar-benar berubah menjadi kota yang lebih maju, humanis, dan berkelanjutan.

Pemkot Surabaya sendiri telah menetapkan tujuh fokus pembangunan, antara lain pengurangan kemiskinan dan pengangguran, penurunan kematian ibu dan bayi, penurunan stunting, peningkatan pembangunan manusia, pengurangan kesenjangan, serta pertumbuhan ekonomi.

Di sektor infrastruktur, tantangannya tidak kecil.

Eri sendiri pernah memaparkan kebutuhan anggaran penanganan banjir Surabaya mencapai sekitar Rp9,6 triliun. Kebutuhan pembangunan JLLB dan JLLT disebut sekitar Rp9,3 triliun. Sementara kebutuhan BOPDA SD-SMP mencapai Rp2,5 triliun dan penuntasan kemiskinan sekitar Rp1,5 triliun.

Angka-angka tersebut menunjukkan satu hal: menjadi wali kota Surabaya bukan sekadar soal membangun taman, mempercantik kawasan, atau menghadirkan pelayanan publik.

Ada problem struktural yang membutuhkan anggaran sangat besar.

Karena itu, menjelang akhir masa jabatan nanti, publik Jawa Timur sangat mungkin bertanya:

Apa yang benar-benar berhasil diselesaikan Eri?

Halaman:

Tags

Terkini