Jumat, 5 Juni 2026

Walaupun Generasi Muda Pemilih Dominan, Bawaslu : Tanpa Partisipasi Aktif di Pemilu 2024 Tak Ada Artinya

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 4 Juli 2023 | 09:10 WIB
Anggota Bawaslu Herman JH Malonda (pegang mic) dalam Diskusi Publik yang digelar DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bertema Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Pemilu 2024 yang Bersih, Damai, dan Berintegritas di Jakarta, Senin (3/7/2023). Foto Humas Bawaslu
Anggota Bawaslu Herman JH Malonda (pegang mic) dalam Diskusi Publik yang digelar DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bertema Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Pemilu 2024 yang Bersih, Damai, dan Berintegritas di Jakarta, Senin (3/7/2023). Foto Humas Bawaslu

NAWACITApost.com – Berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) yang telah ditetapkan KPU, jumlah pemilih generasi muda ini mencapai sekitar 56 persen dengan rincian; pemilih generasi milenial mencapai 66.822.389 atau 33,6 persen dan pemilih generasi Z mencapai 46.800.161 atau 22,85 persen.

Angka yang dominan dari pemilih generasi muda ini bukan hanya sekedar memilih tapi bisa juga dipilih menjadi pemimpin Indonesia di Pemilu 2024.

Berpijak dari jumlah pemilih yang dominan itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengajak generasi muda berpartisipasi aktif dalam Pemilu 2024 untuk mewujudkan pemilu berintegritas, kata anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda di acara Diskusi Publik yang digelar DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bertema Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Pemilu 2024 yang Bersih, Damai, dan Berintegritas di kantor pusat PGI lantai 3 Jakarta, Senin (3/7/2023).

Alumni GMNI ini mengatakan peran generasi muda sangat penting, terlebih jumlahnya mendominasi dari DPT nasional yang berjumlah 204.807.222 pemilih. Aktifnya generasi muda bagi Herwyn tak cukup sekadar ikut mencoblos, namun turut berperan menciptakan pemilu yang terlegitimasi serta berintegritas. “Pemilu yang terlegitimasi membutuhkan peran-peran kita, peran generasi muda,”  jelasnya.

Mantan Sekretaris Kaum Bapa Sinode GMIM ini menyatakan generasi muda bisa berperan sebagai pengkoreksi kualitas pelayanan publik, termasuk lembaga penyelenggara pemilu. Dia meyakini Pemilu 2024 yang terlegitimasi akan diterima semmua pihak sekaligus supaya mencegah gerakan pembangkangan politik. “Ini juga akan membuat tingkat kepercayaan masyarakat berjalan dengan baik,” kata peraih doktoral dari Universitas Brawijaya itu.

Herwyn mengatakan secara pribadi generasi muda terlibat secara aktif minimal mengetahui pelaksanaan Pemilu 2024, apa-apa yang tidak boleh dilakukan, termasuk turut ambil bagian menjadi agen-agen masyarakat yang nantinya mensosialisasikan pengawasan pemilu.

-


Sedangkan secara kelembagan, lanjutnya bisa terlibat secara langsung dan aktif melalui program kerja masing-masing. Yang lebih penting, menurut Herwyn harus menjadi lembaga pemantau pemilu. “Generasi muda juga bisa terlibat aktif menjadi penyelenggara pemilu,”tandasnya.

Yang jelas dan perlu menjadi catatanm, walaupun generasi muda pemilih paling dominan, tetapi tanpa partisapasi aktif di Pemilu 2024, maka generasi ini bukan menjadi penentu, melainkan hanya penonton di pesta demokrasi lima (5) tahunan ini.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB