Pengembangan infrastruktur "Batu Smart City".
Pengelolaan sampah pintar "Batu Smart Waste Management".
Pelaksanaan Program Pahlawan Ekologi.
Pendirian Batu Open Governance HUB.
Peningkatan insentif untuk RT/RW.
Pengembangan kawasan Sport Tourism.
Pembentukan Distrik Kreatif Kota Batu.
Pembukaan Pusat Inovasi Kota Batu.
Penggelaran Festival Budaya Kota Batu.
Program "Wisata Terpadu 1 Desa 1 Destinasi".
Penyediaan "Mobil Guru BK" untuk layanan konseling keliling kepada masyarakat.
Pembentukan Museum Wisata Kebudayaan dan Sejarah.
Baca Juga: Ribuan Warga Ikuti Senam SICITA, PDIP Surabaya Sosialisasikan Risma-Gus Hans dan Eri-Armuji
Dengan 17 langkah tersebut, Mas Gum yakin bisa membawa perubahan signifikan untuk Kota Batu. "Kunci keberhasilan adalah membentuk tim kerja yang solid, sehingga setiap kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik," jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kepemimpinan yang melibatkan hati dan rasa tanggung jawab. "Seorang pemimpin harus mampu menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab dalam setiap komponen organisasi, sehingga tugas tidak lagi dianggap sebagai beban, tetapi sebagai tanggung jawab yang dilakukan sepenuh hati," tutupnya. ***
Artikel Terkait
Machmud-Imam: Koalisi Tidak Akan Membungkam Suara Kritis di DPRD Surabaya
DPRD Surabaya Periode 2024-2029 Mulai Bahas Alat Kelengkapan Dewan
Denny Caknan Guncang Espetanica, Cak Ji Joget Bersama Puluhan Ribu Penonton
Berniat Pindah ke Komisi D, Imam Syafi'i Harap Wali Kota Surabaya Pilih Kadis Mitra Terbaik
Fraksi Gabungan Empat Partai di DPRD Surabaya: Tantangan Kompromi Politik di Tengah Perbedaan
DPC PKB kembali tunjuk Laila Mufidah sebagai Pimpinan DPRD Surabaya