Kamis, 4 Juni 2026

Berniat Pindah ke Komisi D, Anggota Dewan Harap Wali Kota Surabaya Pilih Kadis Mitra Terbaik

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Selasa, 3 September 2024 | 17:07 WIB
Anggota DPRD Surabaya dari Partai NasDem, Imam Syafi'i (Nawi)
Anggota DPRD Surabaya dari Partai NasDem, Imam Syafi'i (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Anggota DPRD Surabaya dari Partai NasDem, Imam Syafi'i, menyampaikan pandangannya mengenai komposisi ideal Komisi D di DPRD Surabaya.

Dalam pernyataannya yang disampaikan di kantor DPRD Surabaya, Jalan Yos Sudarso, Senin (2/9/2024), Imam Syafi'i mengungkapkan niatnya untuk berpindah dari Komisi A yang membidangi hukum dan pemerintahan ke Komisi D yang fokus pada pendidikan, kesehatan, dan masalah sosial lainnya.

"Ini belum final tapi kemungkinan tidak berubah, Insyaallah. Saya melihat supaya bisa lebih bermanfaat, saya akan pindah ke Komisi D yang membidangi masalah pendidikan, kesehatan, dan masalah sosial lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Denny Caknan Guncang Espetanica, Cak Ji Joget Bersama Puluhan Ribu Penonton

Menurut Imam Syafi'i, pentingnya Komisi D tidak lepas dari alokasi anggaran dalam APBD Surabaya.

"Anggaran terbesar itu ada di Komisi D dan Komisi C. Komisi C tentang infrastruktur, sedangkan di Komisi D ada pendidikan yang minimal harus 20 persen sebagai mandatory spending. Ini kan besar. Kami juga melihat ada persoalan-persoalan kemiskinan dan kurang meratanya bantuan sosial, serta layanan kesehatan dengan rencana pendirian rumah sakit baru. Tentu juga harus dikawal," jelasnya.

Imam Syafi'i juga menyebutkan bahwa Komisi D akan diisi oleh orang-orang yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Ia menyebut beberapa nama yang dianggapnya memiliki kapasitas dan latar belakang yang sesuai untuk memperkuat Komisi D.

Baca Juga: DPRD Surabaya Periode 2024-2029 Mulai Bahas Alat Kelengkapan Dewan

"Ada Mas Mahmud (Mochamad Machmud-Demokrat), ketua PKS (Johari Mustawan) yang juga seorang direktur rumah sakit. Dari PSI ada Dr. Michael (Dr Michael Leksodimulyo), dikenal sebagai 'dokternya kaum duafa'. Selain itu, ada dr. Zuhro (Zuhrotul Mar'ah) dari Partai Amanat Nasional yang juga kritis, dan dr. Akmarawita Kadir dari Golkar. Orang-orang ini punya kapasitas yang linier dengan Komisi D," katanya.

Lebih lanjut, Imam Syafi'i berharap agar Wali Kota Surabaya memilih kepala-kepala dinas yang akan menjadi mitra Komisi D dengan lebih selektif. "Saya berharap Pak Wali Kota menempatkan orang-orang terbaik karena mereka akan bermitra dengan anggota dewan yang memiliki kompetensi dan kapasitas tinggi di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial guna menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan masyarakat Surabaya," tutupnya. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini