Jakarta, NAWACITAPOST- Sejumlah relawan yang mengatas namakan Aliansi Nasional Indonesia (ANIES) mendeklarasikan dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai calon presiden.
Namun, pasca deklarasi pencapresan Anies Baswedan tidak membuahkan hasil yang siginifikan bagi sosok Anies sendiri.
Bahkan posisi Anies Baswedan dalam survey Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) merosot. Hal ini membuktikan bahwa popularitas Anies Baswedan tidak memiliki pengaruh besar.
Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) mendeklarasikan dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai calon presiden. Mereka mengaku mendukung Anies maju di Pilpres 2024.
Pengamat Politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo, belum lama ini menilai bahwa kekuatan relawan Anies Baswedan yang mendeklarasikan Anies sebagai capres di Pilpres 2024 tidak berdampak apapun terhadap popularitas Anies.
Menurut dia, sejumlah janji-janji Anies selama menjadi Gubernur DKI Jakarta masih banyak yang belum terealiasikan sehingga peluang Anies di Pilpres 2024 masih jauh dari harapan.
Kekuatan Anies melalui dukungan Mantan Wapres Jusuf Kalla tidak dapat membangun kekuatan politik Anies di Pilpres 2024. Sebab, Anies bukan dari partai politik. Maka dibutuhkan dukungan parpol jika Anies maju sebagai capres 2024 mendatang.
Dia menegaskan, janji-janji kampanye Anies membuat dirinya terganjal sebagai capres.
Bahkan, Hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI menyebutkan bahwa popularitas Anies sebagai capres semakin merosot.
Survei LKPI Anies Merosot
Sementara itu, Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) pada Selasa (26/10/2021) melakukan penelitian jajak pendapat masyarakat dengan metode survei kepada masyarakat .
Direktur Pusat Data LKPI Alamsyah Wijaya, mengatakan, tujuan penelitian ini dilakukan guna memprediksi sejumlah nama tokoh-tokoh nasional yang masuk sebagai calon presiden (Capres ) 2024 mendatang.
Hasil survei menunjukan dukungan masyarakat atau kecenderungan pilihan masyarakat disaat pandemic covid kepada Airlangga sebagai Ketua Umum Golkar menjadi presiden sebagai suksesor Jokowi menempati urutan tertinggi dipilih sebanyak 30,70 persen dan diurutan kedua ditempati oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 20,20 persen , lalu diurutan ketiga ditempati oleh ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dipilih sebanyak 14,3 persen ,dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dipilih sebanyak 10,8 persen dan nama ketua umum lainnya diabwah 10 persen yang memilih .
Dia menjelaskan, ketika dilakukan simulasi nama nama Ketua Umum Parpol dan nama nama non ketum parpol ,dan di tanyakan kepada 1820 respoden dengan pertanyaan tokoh mana yang akan menjadi pilihan respoden jika pemilihan presiden digelar hari ini dan pilihan dari sebanyak 76,8 persen responden yang menyatakan akan memilih jika pilpres digelar hari ini ,maka hasilnya adalah sebagai berikut.
BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/11/03/menang-di-pilpres-2024-capres-cawapres-harus-gaet-kaum-milenial/
“ Airlangga menjadi tokoh yang dipilih paling tinggi sebanyak 11,8 persen dan hanya seleisih dengan Ganjar Pranowo yang dipilih sebanyak 11,7 persen ,tingkat elektabilitas Airlangga terdongkrak dengan keberhasilnya dalam menjalan tugas dari Presiden Jokowi dalam melakukan penanggulangan Covid 19 dan pemulihan ekonomi ,sementara tingginya tingkat elektabilitas Ganjar Pranowo diakibatkan ,” sebutnya.
Sementara itu, pergerakan yang sangat massive dari para relawan Ganjar Pranowo for presiden baik melalui serangan darat langsung ke masyarakat maupun di media sosial ,dan diurutan ketiga ditempati oleh Ketua Umum Gerindra 10,2 persen.
BACA JUGA : https://nawacitapost.com/news/2021/11/03/dipilih-sebagai-calon-tunggal-panglima-tni-seperti-apa-profil-andika-perkasa/
Kemudian yang menarik dari hasil temuan survei yaitu Gatot Nurmantyo dipilih sebanyak 8,1 persen yang merupakan tokoh dari kalangan TNI yang bukan pejabat negara ,pimpinan parpol atau kader parpol ,hal ini menunjukan kalau Gatot Nurmantyo menjadi simbol antitesa dari para tokoh tokoh parpol dan pejabat negara yang punya kesempatan maju sebagai Capres.
Selanjutnya, disusul oleh Puan Maharani dengan tingkat keterpilihan 7,6 persen yang menjadikan Puan Maharani hari ini menjadi wanita yang memiliki pegarauh paling kuat dalam jagat perpolitikan Indonesia ,kemudian Muldoko yang juga dari kalangan TNI dengan 7,6 persen ,Tri Rismaharini yang sangat vulgar dan fenomenal selama menjabat Mensteri sosial menjadi pilihan publik dengan 4,4 persen.
Kemudian, disusul Anies Baswedan yang hanya dipilih sebanyak 3,3 persen ,rendahnya keterpilihan Anies Baswedan akibat dampak Formula E Gate yang dianggap publik bertendensi merugikan keuangan negara dan tidak bermanfaat bagi warga kota Jakarta.
Kemudian Muhaimin Iskandar 3,2 persen , Megawati Soekarnoputri 2,5 persen , Ridwan Kamil 1,9 persen , Agus Harimurti Yudhoyono 1,8 persen ,dan tokoh ketua umum parpol lainnya dibawah 1 persen dan yang tidak memilih sebanyak 23,2 persen.
“Hal ini menunjukan bahwa belum ada Capres yang tingkat keterpilihannya bisa melewati para pemilih yang belum menentukan pilihannya jika pilpres digelar hari ini ,” ucapnya
SIMAK VIDEO : Mobil AMbulance Terhalang Oleh Aksi Demo
https://youtu.be/vgQsprieHvg
Editor: Agus Irawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB
Minggu, 3 Mei 2026 | 17:55 WIB
Selasa, 21 April 2026 | 21:19 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 23:29 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:23 WIB