"Gus Ibin dikenal sebagai tokoh agama yang moderat dan humanis yang kerap melibatkan diri dalam kegiatan sosial dan pendidikan di wilayahnya," kata Kung Teguh.
Sementara itu, Menurut Kung Teguh, Mas Aushaf dianggap memiliki jiwa muda yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman saat ini.
Baca Juga: Disaksikan Ketua Tanfidziah PC NU Nganjuk, DPP PKB Serahkan Rekom Kepada Gus Ibin dan Aushaf
"Mas Aushaf seorang pengusaha sukses yang juga aktif dalam kegiatan lingkungan dan konservasi alam juga memberikan sentuhan yang berbeda dalam kampanye mereka berdua," jelasnya.
Dalam diskusi, Kung Teguh menekankan pentingnya harmoni antara keberagaman budaya dan agama dalam membangun masyarakat yang inklusif dan sejahtera.
Di sisi lain, Cak Yayat seorang seniman dan pendidik budaya mengatakan, pentingnya peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Baca Juga: Koalisi PKB, Gerindra dan PPP Mendukung Gus Ibin Aushaf, Adalah Role Mode Baru Dalam Pilkada 2024
Ia menilai bahwa Ita Triwibawati (Bunda Ita) memiliki kepekaan yang tinggi terhadap persoalan-persoalan sosial yang dihadapi oleh masyarakat Nganjuk.
"Bunda Ita sebagai Calon Bupati memiliki kemampuan untuk bersinergi dengan berbagai pihak guna menciptakan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat luas khususnya kaum hawa (wanita)," ungkapnya.
Meskipun memiliki pandangan yang berbeda-beda, tiga budayawan tersebut sepakat bahwa proses Pilkada serentak 2024, di Nganjuk kali ini merupakan momentum penting bagi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan.
Baca Juga: Cara Cerdas Menjadi Pendukung Dalam Pemilu
Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta aktif dalam proses demokrasi dan menjaga perdamaian serta kebhinekaan sebagai modal utama dalam membangun Nganjuk yang lebih baik.
Tiga budayawan dalam diskusi tersebut, memberikan apresiasi atas langkah para Calon Bupati dan Wakil Bupati dalam menyusun program-program yang berpihak pada kepentingan rakyat. Namun, mereka juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program-program tersebut dan keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan.
Diskusi yang berlangsung penuh antusiasme dan kritik konstruktif itu menunjukkan betapa pentingnya peran budayawan dalam menyoroti dan mengawal proses politik lokal. Dengan mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, para calon diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memajukan daerah.
Artikel Terkait
Eskalasi Politik Nganjuk Memanas, Aushaf Fajr Herdiansyah: Sudah Berkomunikasi dengan Beberapa Parpol
Ikuti Rakernas PDIP, Marhaen Djumadi Dapat Surat Tugas untuk Jadi Bacabup Nganjuk
Mengenal Lebih Dekat M Nasikul Koiri Abadi Caleg Terpilih di Dapil IV Nganjuk
Cara Cerdas Menjadi Pendukung Dalam Pemilu
Disaksikan Ketua Tanfidziah PC NU Nganjuk, DPP PKB Serahkan Rekom Kepada Gus Ibin dan Aushaf
Koalisi PKB, Gerindra dan PPP Mendukung Gus Ibin Aushaf, Adalah Role Mode Baru Dalam Pilkada 2024
Setelah Dapat Rekom dari DPP PKB, Gus Ibin dan Aushaf Kembali Terima Rekom dari Salah Satu Partai
Bahas Tentang Pilkada Serentak 2024, Yuk Intip Pembicaraan Tiga Budayawan Nganjuk