Baca Juga : Ganjar Capres 2024, Puan Calon Ketum PDIP
ADE melanjutkan, bahwa benar waktunya masih 3 tahun lagi dari sekarang, tetapi bila kita tidak memikirkan dan salah memilih Presiden, maka apa yang kita rasakan akan sia-sia, hancur lebur dan bisa menjadi negara terbelakang. Dan, pencapaian yang kita rasakan sekarang bisa tidak ada artinya.
Baca Juga : Pasca Tidak Diundang Puan, Ganjar Meraih Hasil Survei Tertinggi Capres 2024
Karena itu memikirkan siapa yang bakal memimpin Indonesia, luar biasa penting. Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Minggu lalu mengeluarkan rilis resmi tentang Capres 2024. SMRC mengeluarkan 42 nama, tiga tahapan diturunkan menjadi 18, 12 dan 3 nama teratas. Prabowo, Ganjar dan Anies masuk dalam radar Capres 3 urutan teratas. Dikerucutkan menjadi 3 nama, yaitu; Prabowo 34,1 persen, Ganjar 25 persen, dan Anies, 23,5 persen.
Ade menegaskan, bahwa Prabowo dan Anies, selain kenaikannya hanya 1- 2 persen dari Maret 2020 (19 persen) - Mei 2021 (21,5 persen) untuk Prabowo, sementara Anies Meret 2020 pemilihnya 10 persen, dan Mei 2021 menjadi 11 persen, sedangkan Ganjar Maret 2020 (6.9 persen) dan Mei 2021 menjadi 12,4 persen.
Artinya yang memilih Prabowo dan Anies tidak naik signifikan hanya stagnan, beda dengan Ganjar yang kenaikannya melejit 100 persen, jelas survei SMRC (baca : data pembanding sebelum survei Juni 2021) seperti dituturkan Dosen Komunikasi Fisip UI tersebut.
Yang jelas, Keunggulan Prabowo di survei SMRC awal Juni 2021. Kenaikannya, hanya 1 - 2 persen. Itu berlaku pada survei-survei tahun berikut (baca : 2022 -2024). Artinya akan berhenti di 35 persen pemilih. Sedangkan Ganjar bisa meroket sampai 41 persen. Jika data pembanding lembaga-lembaga survei yang kredibel, kita baca dan terjemahkan secara logika, pungkas Ade.