Kamis, 4 Juni 2026

* Munas III Fornisel Tidak Salah Berdampak Politik?  

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 10 Juni 2021 | 09:26 WIB
* Arisman Zagoto A. Rai (Pemerhati dan Peduli Fornisel)

Jakarta, NAWACITAPOST - Menarik tulisan Nawacita diatas bila disimak seksama, sekaligus efektifitasnya bisa menjadi dua sisi mata uang. Pernyataan diatas seolah berdiri paralel dengan pertanyaan mengapa pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Forum Nias Selatan (Fornisel) ke-3 ini dilaksanakan di Nias Selatan (Nisel) ?  Justru dari segi jarak dan kondisi pandemik covid ini bisa memicu cost yang harus dibayar mahal, dari sisi ekonomi, dan cost kesehatan, termasuk cost partisipasi para punggawa Fornisel yang barangkali dengan dua tantangan diatas jadi luput terbawa.

Baca Juga : Bupati Nias Selatan Menyambut baik Pelaksanaan Munas III FORNISEL di Teluk Dalam Nias Selatan 25-26 Juni 2021



NAMUN sebelum mengambil satu kesimpulan tentang sesuatu yang dibayar mahal diatas, barang kali Fornisel sebagai organisasi Independen masyarakat. Nisel dan tidak berada dibawah atau bukan sama sekali under bow dari Organisasi Masyarakat Nias manapun,  bisa mencari perimbangan, balancing dengan membawa dampak sesuatu di Nias Selatan melalui pelaksanaan Munas dalam bentuk insentif pemikiran atas berbagai tantangan untuk memajukan Nisel.

Berita baik atas hasil evaluasi kinerja Kepengurusan Fornisel dan tercapainya suatu mufakat bulat tentang siapa yang akan menakhodai Fornisel hasil Munas, termasuk keberhasilan Munas Fornisel mengangkat isu-isu di Nisel membawanya pulang ke Jskarta kemudian dikembalikan lagi ke Pemerintah Daerah dalam bentuk teraphy Formula Solutif.

Apa kira-kira isu yang layak diangkat di Munas :

Pertama pembangunan yang masih harus dipacu lebih efektif terkait laporan penilaian KPK. (memang bukan hanya Nisel).

Kedua Narkoba yang menghantui masyarakat Nisel.

Ketiga kekerasan yaitu pembunuhan, kriminal dan KDRT.

Keempat kesehatan (stunting) dan Pendidikan (mengangkat Indeks Prestasi).

Kelima Keamanan khususnya "Hilangnya dua bocah di Hibala" yang sampai sekarang belum terungkap dan Perhatian terhadap Hulobatu yang rentan jadi sasaran Sindikasi penculikan anak, pengrusakan Terumbu karang, limbah, dan pencurian ikan.

Keenam isu kegiatan "pemualafan dan pernikahan masal" yang meresahkan masyarakat bahkan merendahkan martabat adat di Nisel.

Kembali ke masalah peta politik di 2024 saya mau katakan bisa yes, bisa no, tergantung pada kemampuan Munas Fornisel membawa manfaat, memberi dampak demi  mewujudkan balancing neraca rugi laba antara cost dan peyment, kemampuan mengelola isu dan mewujudkan formulasi solusi, maka dua sisi mata uang itu akan terlihat jangankan di 2024 bahkan segera setelah Munas apakah putih,.. merah.. biru atau apa? no body knows.
Yang penting ingat pepatah Inggris mengatakan "PAY PINUT GET MONKEY.!

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB