Kamis, 4 Juni 2026

PDIP Terjebak Otoritas Parpol

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Jumat, 28 Mei 2021 | 11:17 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Menuju 2024, cukup banyak calon bermunculan. Apalagi tidak ada calon dari petahana. Pasalnya, Jokowi secara UU hanya dibatasi dua periode. Kemungkinan hanya ada dua lokomotif yang berlaga. Jika benar PDIP bergabung dengan Gerindra, lokomotif yang kedua kemungkinan Nasdem dan Golkar. Sisa 6 Partai di Senayan akan mencari lokomotif atau didekati oleh dua lokomotif tersebut.

Baca Juga : Bukan Dosa Jika Ganjar Pranowo Melirik Yang Lain



JIKA benar PDIP hanya ada satu nama, kemungkinan nama Puan Maharani yang diusung. Gerindra tak bisa ditawar lagi, Prabowo Subianto. Duet Prabowo -Puan, secara parlemen treshold unggul lebih dari 30 persen, dari syarat 20 persen pencalonan Capres berdasar UU.

Pencalonan duet ini, akan menghapus memori kelam pertemuan batu tulis Bogor tahun 2009. Namun, pencalonan ini menurunkan kelas kepemimpinan nasional, di internal PDIP.

Pencermatan lainnya, di PDIP selain nama Puan yang punya tiket capres 2024, ada Ganjar Pranowo. Gubernur Jawa Tengah ini, tak punya tiket, tapi elektabilitas dari sejumlah lembaga survei namanya selalu diunggulkan dan berada di dua besar.

Banyak kabar beredar, tiket Ganjar menuju 2024 bukan hanya dari PDIP, ada sejumlah Partai yang siap memberikan tiket kepada pria berambut putih yang selalu menggunakan media sosial di era pandemi ini kepada warganya.

Dari kabar ini bisa diduga, PDIP bakal terjebak dari kader partai DNA potensial atau kader partai ber DNA  biologis yang punya tiket. Pasalnya, tak bisa dipungkiri, partai dalam mendekatkan dan menjaring kepada pemilih pemula, hampir dipastikan  menggunakan sarana media sosial (Facebook, Twitter, Youtube, WhatsApp, dan lainnya).

Sehingga, jika medsos menjadi salah satu pegangan partai, maka Ganjar yang bakal didekati partai. Ada yang menyebut ini bisa mengulang 2004 dan 2009, yang mana Mega dikalahkan SBY, pada Pilpres tersebut.

Secara umum, ya. Namun, dalam konteks Ganjar. Harus ditilik pada aspek DNA partai Ganjar yang masih merah, belum berubah warna politiknya. Sementara SBY warnanya Biru.

Kemungkinan, PDIP menuju 2024 bakal terjebak pada pemberian tiket antara Puan dan Ganjar, sementara partai diluar PDIP dan Gerindra, rasanya pada Ganjar. Jika tiket PDIP diberikan Mega ke Puan, maka yang paling girang dan gembira, Nasdem dan Golkar. Sebaliknya jika Mega berikan ke Ganjar, kemungkinan partai lain diluar Gerindra hanya berada di jalur aman yang diam.

 

 

 

 

 

 




Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB