Baca Juga : Banyak Kepala Daerah PLT Dari Presiden, Jokowi Penentu Capres 2024
TERKAIT Gubernur ada 24 yang akan berakhir di 2022 dan 2023. Sebut saja Anies Baswedan yang akan meningglkan Balaikota Jakarta Oktober 2022, Ganjar, Ridwan Kamil (RK) dan Khofifah tidak berkantor lagi di Balaikota masing-masing 2023
Selama setahun dan Anies dua tahun tak menjabat orang nomor satu di Jakarta dan daerah asalnya. Mungkin secara finansial pribadi tak mengalami gangguan berarti. Melhat, mendengar dan disebut namanya dalam lembaga survei sebagai kandidat Capres membuat libido dan syahwat politiknya menguat dan semacam ada adreanlin kekuasaan besar harus didapat. Tentu, adminsitrasi melalui partai politik menjadi keharusan. Ke empatnya bukan pengurus partai. Saat Pilkada lalu hanya diusulkan dari Partai.
Saat Pilkada 2018, Khofifah Indar Parawansa di Pilkada Jatim, didukung Demokrat, Hanurqa, Golkar, dan PPP, kemudian RK Pilkada Jabar didukung Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura, dan Ganjar Pranowo Pilgub Jateng sudah dua kali dilakoninya dengan dukungan PDIP, PPP, Golkar, dan Nasdem. Selanjutnya Gerindra, PKS, dan PAN mendukung Anies Baswedan Cagub Jakarta 2017.
Jika dikaitkan dengan Pilpres 2024, empat Provinsi itu, sebelum dan sesudah reformasi selalu menjadi langggan penentu Capres atau bisa disebut lumbung suara. Sebabnya, hampir 40 - 50 persen lebih, suara pemilih ada di Provinsi Pulau Jawa. Namun, ke empat orang tersebut tak bisa mendongkrak suaranya dalam jabatan Gubernur. Harus kehilangan panggung politik sebagai kepala daerah. Pasalnya mereka itu terhenti kecuali Ganjar (karena tidak boleh melanjutkan untuk periode ketiga), bukan karena kemauan Jokowi, melainkan perintah UU.