Jumat, 5 Juni 2026

Terkait Banjir,  Anies Baswedan Menjilat Ludahnya Sendiri

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 24 September 2020 | 12:01 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Tidak meledak-ledak, pediam, pandai bermain kata-kata, dan suka membaca. Melekat pada diri Anies Baswedan. Kalimat yang pernah dilontarkan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat kampanye sebagai calon Gubernur Jakarta, 2017. Salah satunya, bahwa di seluruh dunia, air jatuh ke tanah, dan bukan dialirkan menggunakan gorong-gorong raksasa ke laut, Itu melawan sunatullah. Jakarta (maksudnya Gubernur kala itu – Ahok) telah mengambil keputusan yang salah.

Anies Baswedan : Peraturan Cukup Dibaca, Desakan Pendukung Dilaksanakan


Banyak orang termasuk pengamat dari kubu netral dan juga pendukung Ahok mencibir dan mengatakan bahwa Anies ngawur dan salah. Namun, ucapannya sengaja Anies tabur demi menuai suara dengan politik identitasnya.  Ucapan Anies itu berarti tidak menggusur warga dibantaran kali ciliwung. Warga sekitar kali pun  berbondong-bondong mendukung suami Fery Farhati. TPS di sekitaran bantaran kali pun di menangkan Anies.

Hal lainnya. Saat meraup suara. Anies dibantu Polmark (Lembaga Survei Politik milik Eep Saefulloh Fatah) saat kampanye pilkada Jakarta, mencanangkan dan mengembangkan politik identitas. Titahnya masjid menolak jenazah warga muslim pendukung Ahok.

Dua titah tersebut membuat Anies menjadi orang nomor satu Jakarta. Tiga tahun setelah berkuasa ayah dari Mutiara Annisa sadar dan mulai berusaha membaca buku petunjuk yang benar. Tak peduli tuduhan yang mengarahnya dikatakan menelan ludahnya sendiri. Dirinya tak ambil pusing.

Dua titah saat kampanye segera diperbaiki. Perbaikannya, bahwa air itu selain dimasukan ke dalam tanah. Juga perlu disalurkan melalui gorong-gorong raksasa. Pembebasan lahan seluas 5 hektar diminta Anies. Anak buahnya pun diperintahkan untuk melaksanakannya. Kemudian masjid pun boleh menshalatkan jenazah warga muslim

Kesadaran Anies itu ada sebabnya. Konteksnya modal menuju 2024. Mantan Rektor Universitas Paramadina itu ingin membangun citra positif bagi semua kalangan.

Jelasnya, Anies itu suka membaca, tahu mengucapkan mana yang benar dan tidak, Namun, itu menjadi konsumi pribadinya. Yang penting dirinya bisa menjadi orang penting (harapannya sih Presiden). Sehingga, segala cara pun dilakukan.

 

 

 

 

 

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB