Kamis, 4 Juni 2026

Awas! Ada Kepala Daerah Yang Ingin Program Pemerintah Jokowi Gagal

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 23 September 2020 | 11:14 WIB
Jakarta,NAWACITAPOST- Anggaran penanganan pandemik covid 19 yang digelontorkan dan sudah dilakukan Presiden Jokowi bukan hanya diperuntukan bagi dunia kesehatan saja. Dunia usaha (baca : UMKM), Pegawai dibawah gaji 5 Juta rupiah melalui BPJS, Bansos, dan Kuota internet untuk  Sekolah SD, SMP, SMA, dan maksmimal mahasiswa S1 pun menerima dan merasakannya.

Baca Juga : Kalah Telak di Aceh dan Sumatera Barat Saat Pilpres, Jokowi Tetap Laksanakan Sila Kelima dari Pancasila


Namun dalam implementasinya di tingkat daerah ada saja yang tidak tepat sasaran atau malah disalahgunaan oleh oknum-oknum pemerintah di daerah.

Misalnya, dalam  konteks covid ini. Masyarakat yang berobat ke puskemas atau rumah sakit. Bisa saja divonis  sebagi pasien covid 19.

Seperti disampaikan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Serambi Mekkah Cut Intan dalam orasinya di Kantor DPR Aceh, Selasa 08 September 2020.

Bahkan, ditambahkan Cut Intan, ada oknum pemerintah yang memanfaatkan covid 19 sebagai mata pencahariannya.  Jadi oknum itu menyatakan  kepada  warga yang  berpenyakit apapun selalu penyakitnya covid.  Hal ini berbahaya dan perlu di tindaklanjuti.

Itu dari oknum  pemerintah. Sedangkan DPR Aceh, ujar Intan terkesan tidak  peduli. Wakil rakyat ini bungkam terhadap kebijakan dan manuver politik pemerintah daerah.

Lebih parahnya covid ini  banyak merengut mata pencaharian masyarakat. Aneh dan ironisnya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah itu  tidak pro rakyat, tandas gadis berkacamata ini menjelaskan.

Kebijakan yang kontraproduktif ini. Sekolah ditutup, namun tempat–tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan beberapa tempat lainnya termasuk bandara berfungsi secara normal, jelas Cut Intan dengan geram.

Aceh saat ini, kebanyakan orang pintar, sedangkan orang jujur kurang. Sehingga aksi di  tempat wakil rakyat Aceh ini. selain tidak membawa kepentingan dan agenda manapun, selain kepentingan rakyat. Dan juga ingin mengetuk dan menyadarkan dan mengingatkan  kepada para pemangku kepentingan bahwa kita harus jujur dan terbuka apa adanya. Tidak boleh membodohi dan memanfaatkan rakyat, pintanya.

Memang saat ini banyak kebijakan yang di sampaikan pemerintah pusat khususnya dari Presiden Jokowi. Turun ke bawahnya, pemerintah daerah (baca : tidak semua daerah) selalu tidak utuh. Dan biasanya hal ini dimanfaatkan para oknum pemerintah.

Memang keseriusan Pemerintahan Jokowi di periode kedua ini. Banyak di ganggu dari  kelompok-kelompok barisan sakit hati. Sepertinya,  mereka tidak lagi menyasar langsung ke Jokowi (pemerintah pusat), tetapi menyerang lewat pinggiran, dalam hal ini pemerintah daerah yang bisa dimanfaatkan untuk bekerjasama dengan kelompok-kelompok itu. Sehingga kepentingan pemerintah daerah dan kelompok yang  selalu mengganggu itu ingin program pemerintahan Jokowi gagal.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB