NAWACITAPOST.COM - Dalam sebuah podcast di channel YouTube Abraham Samad, Pakar Politik Eep Saefulloh Fatah mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan.
Eep Saefulloh mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo lebih cenderung untuk 'mengkhianati' negara daripada keluarganya. Pernyataan ini tentu saja memancing perdebatan dan penelusuran lebih lanjut.
Menurut Eep Saefulloh, bukti dari klaim tersebut bisa dilihat dalam konteks politik, terutama dalam pemilihan umum.
Baca Juga: Selain Jadi Takjil Puasa Ramadan, Ternyata Ini Sederet Manfaat Timun Suri untuk Kesehatan
Dia tidak "mengkhianati" keluarganya dalam konteks politik, yang menunjukkan bahwa prioritas utama Presiden adalah negara, bukan keluarga.
"Dia lebih senang berkhiat pada negaranya untuk tidak berkhianat pada keluarganya," ujar Eep Saefulloh dikutip Nawacitapost dari channel Abraham Samad, belum lama ini.
Poadcast yang berjudul Ini Data Eep Saefulloh Fatah, Prabowo-Gibran Kalah di Pilpres Ini Perlawanan Rakyat Terhadap Jokowi.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Ngabuburit dari Seluruh Dunia di Bulan Ramadan, Paling Unik di Mesir!
Eep Saefulloh memberikan analisisnya bahwa kecenderungan Jokowi untuk 'mengkhianati' negara demi tidak 'mengkhianati' keluarganya kemungkinan besar tidak akan berubah secara tiba-tiba.
Ia mengindikasikan bahwa struktur politik dan kebijakan yang ada dapat menguntungkan keluarga Presiden, seperti dengan posisi anaknya sebagai gubernur Jakarta atau perancangan undang-undang daerah khusus untuk Jakarta.
"Bisa dibayangkan, jangan jangan keluarganya dia kan yang disitu, jadi wakilnya presidennya, bisa jadi gubernur Jakarta anaknya, dan kerap rancangan undang undang daerah khusus Jakarta, itu juga akan memberikan satu identitas baru dari Jakarta," paparnya.
Baca Juga: Menu Buka Puasa Ala Jepang, Cobain Resep Gyoza Udang Keju Rasanya Nikmat Menggugah Selera
Dalam gambaran yang disampaikan Eep Saefulloh, dengan pembentukan wilayah ekonomi bisnis yang meliputi Jabodetabek dan pengelolaannya oleh dewan yang dipimpin oleh wakil presiden, ini menimbulkan pertanyaan tentang potensi konflik kepentingan dan pengaruh politik yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga Presiden.
"Wilayah ekonomi bisnis bersamaan dengan jabodetabek dan ada dewan pengelola, iya yang salah satu rancangannya adalah eks opicio. Ketua pengelolanya kepala waklil Presiden," katanya.
Artikel Terkait
Kamu Insomnia Saat Ramadan? Ini Sederet Tips yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasinya
Safari Ramadan Diryantah Lola Basan Baran Kunjungi Rutan Balikpapan
Over Kapasitas WBP, Kanwil Kemenkumham Riau Usulkan Sejumlah Pembangunan, Diharapkan Disetujui
Menu Buka Puasa Ala Jepang, Cobain Resep Gyoza Udang Keju Rasanya Nikmat Menggugah Selera
Mengenal Tradisi Ngabuburit dari Seluruh Dunia di Bulan Ramadan, Paling Unik di Mesir!
Segarnya Buka Puasa Ramadan dengan Es Lidah Buaya, Minuman Anti Mainstream yang Rasanya Bikin Nagih!