Minggu, 19 Juli 2026

Eep Saefulloh Tuding Jokowi Lebih Memilih Berkhianat pada Negara daripada Keluarga

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Senin, 18 Maret 2024 | 10:29 WIB
Eep Saefulloh di poadcast Abraham Samad (Foto: channel youtube Abraham Samad)
Eep Saefulloh di poadcast Abraham Samad (Foto: channel youtube Abraham Samad)

"Jadi, pak prabowo di Kalimantan, pak wakil presiden Gibran di Jabodetabek," lanjutnya.

Baca Juga: Over Kapasitas WBP, Kanwil Kemenkumham Riau Usulkan Sejumlah Pembangunan, Diharapkan Disetujui

Analisis tersebut menyoroti pola yang makin terlihat dalam politik belakangan ini, di mana memiliki anak buah yang terlibat dalam kasus korupsi atau memiliki potensi kasus korupsi dapat memberikan keuntungan bagi seorang pemimpin.

Hal ini disebabkan oleh kemungkinan kontrol yang lebih mudah terhadap individu yang terjerat dalam kasus-kasus tersebut, serta adanya loyalitas yang terbangun karena mereka tersandera oleh situasi tersebut.

Namun, Eep Saefulloh menegaskan bahwa hal ini tidak semata-mata tentang pengakuan kompetensi, melainkan juga tentang dinamika kekuasaan dan pengaruh politik yang mendasarinya.

"Karena yang bersangkutan gampang dikendalikan, gampang disandera, ya loyalitas dibawah sandera ada loyalitas yang terbangung karena orang yang loyal itu tersandera," katanya.

Baca Juga: Safari Ramadan Diryantah Lola Basan Baran Kunjungi Rutan Balikpapan

Dalam konteks ini, keterlibatan keluarga Presiden dalam posisi politik dan kebijakan publik memicu pertanyaan yang perlu mendapatkan penelusuran lebih lanjut.

Pernyataan ini, yang diambil dari podcast di channel YouTube Abraham Samad, memberikan perspektif menarik dalam dinamika politik Indonesia.

Hal ini juga menunjukkan perlunya evaluasi mendalam terhadap hubungan antara kekuasaan politik, kepentingan pribadi, dan integritas negara dalam konteks sistem demokrasi yang berkembang. (****)

Halaman:

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini