Jumat, 5 Juni 2026

Faisal Basri Ungkap Sejumlah Isu Sensitif dalam Podcast Bambang Widjojanto, Ini Orang Tidak Akan Husnul Khatimah

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Jumat, 8 Maret 2024 | 17:34 WIB
Faisal Basri jadi narasumber di channel youtube Bambang Widjojanto (Foto: capture. )
Faisal Basri jadi narasumber di channel youtube Bambang Widjojanto (Foto: capture. )

Ia menyoroti bagaimana hal ini dapat berdampak pada lingkungan dan masyarakat setempat, serta menegaskan pentingnya pengawasan dari pihak berwenang, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk menjamin keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Basri juga memaparkan mengenai kejujuran dan integritas seorang pemimpin selalu menjadi topik yang menarik dan kontroversial.

Dalam sebuah pernyataan yang kontroversial, seseorang menyatakan bahwa hampir tidak mungkin bagi seorang pemimpin untuk tidak terlibat dalam korupsi, mengingat sebagian besar lingkungan politik di sekitarnya juga terlibat dalam praktik korupsi.

Baca Juga: Pimpin Apel Pagi Pegawai, Rahnianto Ajak Pegawai Mengucap Syukur dan Persiapkan Menyambut Bulan Suci Ramadan 1445 H

Pernyataan tersebut menyoroti realitas politik yang kompleks, di mana tekanan untuk terlibat dalam korupsi mungkin sangat besar.

Dalam lingkungan di mana sebagian besar aktor politik terlibat dalam praktik korupsi, seorang pemimpin mungkin merasa sulit untuk tidak terlibat atau setidaknya mengetahui praktik tersebut.

"Suatu pemimpin tertinggi itu hampir mustahil ya jika tidak korupsi kalau seputarnya hampir semua korupsi," ujarnya. 

"Saya enggak yakin membiarkan dia membiarkan untuk kepentingan dirinya. Anak-anaknya secara tidak langsung tapi yang ngatur Ini kan ada masterm-nya, ada operatornya, aku yakin ini orang tidak akan Husnul Khatimah," paparnya.

Baca Juga: Kemenkumham Riau Pentingnya Melindungi KI, Kepsek SMA Negeri 2 Kota Dumai Apresiasi Program RuKI DJKI Mengajar

Podcast tersebut memberikan pandangan mendalam tentang berbagai isu politik dan sosial yang relevan di Indonesia, serta menyoroti kompleksitas dinamika kekuasaan dan politik di negara ini.

Dengan demikian, wawancara tersebut memberikan pemahaman yang lebih baik tentang berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dalam konteks politik dan kekuasaan. (****)

Halaman:

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB