Jakarta NAWACITA - Karakter calon presiden Prabowo Subianto yang temperamental menuai berbagai tanggapan. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengkritik sikap calon presiden nomor urut 02 tersebut.
Menurut Hasto, dalam setiap kampanyenye di sejumlah tempat, Prabowo dinilai selalu membangun pesimisme masyarakat. Pemimpin yang dipilih oleh rakyat, kata dia, bukan hanya sebatas tegas tanpa bisa memberikan solusi.
“Rakyat akan memilih yang mampu menggebrak hambatan dan persoalan, bukan yang menggebrak meja,” ujar Hasto beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani, juga turut memberikan tanggapan terkait sikap Prabowo tersebut. Asrul menilai sikap Prabowo semakin menunjukkan pesan kepada masyarakat terkait “Karakter dasar dari dua orang calon presiden.”
“Bahwa apa yang terjadi pada kampanye Pak Prabowo dan apa yang terjadi di tempat lain dimana Pak Jokowi berkampanye, itu memberikan pesan tentang karakter dari seorang calon presiden,” kata Asrul.
“Tinggal mau milih yang mana, lebih cocok yang mana.” sambungnya.
Namun capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan dirinya merasa lebih baik dengan karakter yang menyampaikan sesuatu apa adanya.
Mantan Danjen Kopassus ini menegaskan, menjadi pemimpin yang menyampaikan sesuatu dengan apa adanya adalah cara lebih baik ketimbang menjadi pemimpin sopan, namun tidak apa adanya.
Seperti yang ia serukan di hadapan massa pendukungnya saat kampanye rapat umum di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (9/4).
Berapi-api mantan menantu Presiden RI ke-2 ini mengungkapkan banyak antek bajingan di Jakarta yang perkataannya jauh dari kenyataan. Dirinya mencontohkan infrastruktur LRT yang tidak efektif dan efisien, namun malah hal sebaliknya yang diungkapkan.
"Kami bangun infrastruktur yang banyak. Di Palembang ada LRT dan LRT itu penuh padat dari pagi sampai malam," ujar dia menirukan perkataan pejabat. Pernyataan tersebut sontak mengundang cemooh dari massa pendukung yang membantah hal tersebut.
"Enggak bener ya? LRT itu sangat efisien. Tiap bulan sangat banyak untung. Enggak ada?" ujar Prabowo.
Massa pendukung pun menjawab dengan kata bohong secara bersahutan.
Prabowo mengatakan bahwa pejabat yang berkata seperti itu adalah antek-antek.
"Antek-antek itu yang di Jakarta, bajingan-bajingan itu, oh maaf-maaf, maaf enggak boleh berbicara seperti itu. Saya sebagai seorang pemimpin politik, saya tidak boleh bicara kasar-kasar. Saya harus bicara sopan-sopan," ujar Ketua Umum Partai Gerindra ini dengan nada menyindir.
"Kalian mau dengar sopan atau mau dengar [yang] benar?" ujar Prabowo di hadapan massa pendukung yang menjawab ingin mendengar hal benar.
"Mau dengar, benar? Ya bajingan mereka itu. Bajingan, guk-guk. Kau lebih ingin dengar pemimpin yang apa adanya atau yang sopan, pemimpin yang biasa? Kalau koboi lain," ujar dia.
Prabowo mengingatkan bahwa 17 April 2019 merupakan hari yang menentukan. Dia meminta para pendukungnya untuk mencegah terjadinya kecurangan hasil pemilihan dengan mendatangi TPS, mencoblos sesuai hati nurani dan mengawal terus hingga hasil penentuan keluar.
Editor: Tim Redaksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB
Minggu, 3 Mei 2026 | 17:55 WIB
Selasa, 21 April 2026 | 21:19 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 23:29 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:23 WIB