NAWACITAPOST.COM — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk, melakukan penyerapan aspirasi publik, di Kantor Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB, Jalan Raya Surabaya - Madiun, Sanggrahan, Kelurahan Kedondong, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (20/9/2025).
Informasi yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com, kegiatan tersebut digeruduk ratusan audiens, mulai dari perwakilan seluruh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Kabupaten Nganjuk, Aktivis Mahasiswa, hingga Organisasi Kemasyarakatan.
Adapun audiens yang hadir dalam acara fraksi PKB mendengar ini diantaranya perwakilan dosen dan mahasiswa, serta Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA), Gerakan Pemuda Ansor, Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), Muslimat NU, Fatayat NU, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Driver Ojek Online (Ojol), dan Penggiat Musik.
Baca Juga: Program MBG dari SPPG Kudu Ringankan Beban Siswa di Kertosono Nganjuk
Henny Purwandari salah satu audiens menyampaikan bahwa animo masyarakat terhadap biaya perkuliahan cenderung menunjukkan minat tinggi untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi, namun diiringi keprihatinan terhadap biaya yang semakin mahal, khususnya pada pendidikan kesehatan.
"Kami mohon diperhatikan untuk kuota beasiswanya, terlebih di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Satria Bhakti Nganjuk, yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi kesehatan di Kabupaten Nganjuk," ucap Henny Purwandari.
Ditempat yang sama Wawan salah satu perwakilan Driver Ojol mengeluhkan tentang titik penjemputan penumpang ojol, yang mungkin bisa diberikan tempat yang khusus dan strategis.
Baca Juga: Rumah Insiyah Terancam Dilelang, Ternyata BRI Unit Baron Telah Didatangi Anggota DPRD
"Kami minta titik penjemputan penumpang ojol bisa masuk ke dalam terminal MPU (Mobil Penumpang Umum) atau kami bisa mendapatkan tempat khusus dan strategis, sehingga kami tidak liar, karena selama ini kami terkesan liar dan tidak memiliki tempat khusus," tutur Wawan.
Demikian pula, Moh Munir Thohir mengatakan bahwa, kurangnya alat peraga lalu lintas yang biasanya dipasang di jalan, khususnya untuk penyeberangan anak sekolah.
"Selain itu, perlunya aturan yang tegas dari Pemerintah Daerah Nganjuk, perihal Nganjuk darurat sampah, agar pelaku pembuang sampah sembarangan bisa disanksi tegas," kata direktur NU Cless yang akrab dipanggil Munir.
Munir menambahkan bahwa terkait pelayanan kesehatan yang hingga saat ini masih banyak menuai sorotan.
Baca Juga: Didatangi Tim Awak Media Dua Kali, Kepala BRI Kantor Cabang Nganjuk Masih Cuti
Artikel Terkait
Tanggapi Penolakan Peliputan di Kantor KSP, Anggota Komisi I DPRD Nganjuk Buka Suara
PPATK Temukan 27.932 Pegawai BUMN Terindikasi Terima Bansos, Ini Tanggapan Komisi I DPRD Nganjuk
Dugaan Korupsi DD Dadapan Menguat, Kejari Nganjuk: Status Perkara Naik ke Tahap Penyidikan
Peringatan HUT ke 80 Kemerdekaan RI, Ada 6 Kegiatan yang Dilaksanakan Kabupaten Nganjuk
Diduga Kurang Serius Kroscek HET Pupuk Subsidi, Dinas Pertanian Nganjuk Tak Menjelaskan Apapun