NAWACITAPOST.COM - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Surabaya menggelar rapat koordinasi di Gedung Wanita, Senin malam (21/7), guna mempersiapkan peringatan peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli).
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan pengurus Ranting PDIP se-Kota Surabaya.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M. Bataragoa, menyampaikan bahwa peringatan Kudatuli tahun ini akan digelar secara serentak di 155 titik, mencakup seluruh kelurahan di Surabaya dan kantor DPC.
Baca Juga: Siapa Paling Kuat? Tiga Nama Bersaing Rebut Kursi Ketua DPC PDIP Surabaya
“Jadi kami mengadakan acara peringatan Kudatuli ini selain di kantor DPC juga di tiap-tiap ranting. Jadi ada 154 titik ditambah dengan yang di DPC, berarti kita mengadakan acara di 155 titik secara serentak,” jelas Yordan.
Menurutnya, meski digelar dengan cara yang sederhana, acara peringatan akan berlangsung khidmat, termasuk dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur dan refleksi perjuangan.
Politisi yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Timur itu menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal partai hingga ke akar rumput.
Baca Juga: DPC PDIP Surabaya ajak Masyarakat Tonton Film Bung Karno: 'Warisilah Apinya, Bukan Abunya'
“Bagi kader, kita harapkan agar menjadi solid. Tidak hanya sekadar namanya tertulis di SK atau sekadar papan nama. Tapi betul-betul mereka juga terlibat dalam acara konsolidasi partai,” tegasnya.
Yordan juga menekankan pentingnya mengenang sejarah perjuangan PDIP, terutama peristiwa Kudatuli yang menjadi tonggak perlawanan terhadap kekuasaan Orde Baru.
“Para tokoh-tokoh senior partai sudah berjuang menentang Orde Baru bahkan berdarah-darah demi menjaga tegaknya demokrasi. Demi menjaga marwah dan kehormatan partai yang dipimpin oleh Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujarnya.
Baca Juga: Soekarno Trip Kedua: Ratusan Anak Kader PDIP Menyusuri Jejak Bung Karno di Surabaya
Ia menambahkan bahwa peringatan Kudatuli menjadi momen reflektif bagi setiap kader untuk menilai sejauh mana mereka sudah menjalankan tugas dan amanah partai.
“Apakah kita sudah menangis bersama rakyat seperti yang diminta oleh Ibu Megawati Soekarnoputri? Apakah kita sudah betul-betul memperjuangkan kesejahteraan rakyat seperti yang menjadi tujuan partai kita? Nah, itu yang mau kita refleksikan melalui peringatan Kudatuli ini,” imbuhnya.