Sebelumnya, dr Tifa mencuatkan isu ini dengan cuitan singkat yang dianggap sebagai awal dari tuduhan ijazah palsu terhadap Gibran. "Bran @gibran_tweet, ijazah kursusmu dari Insearch UTS mana coba aku lihat," tulisnya di Twitter @DokterTifa.
Dokter Tifa kemudian menjelaskan bahwa Insearch adalah program atau kursus yang diselenggarakan untuk persiapan masuk ke UTS. Menurutnya, seandainya Gibran memperlihatkan ijazah, tingkatnya hanya sebatas D1 alias kursus.
Kontroversi semakin memanas ketika dr Tifa membuat cuitan yang menyiratkan sindiran terhadap Gibran. "Kursus di Australia, saat dicek tempat kursusnya sudah ganti nama. Kuliah di lembaga di Singapura, kerjasama dengan universitas INGGRIS, saat dicek kerjasamanya sudah tidak dilanjutkan," ungkap dr Tifa.
“Makanya kalau kuliah di luar negeri itu di universitas yang beneran saja,” tambahnya.
Sementara isu ini terus berkembang, reaksi dan pembelaan dari berbagai pihak menjadi sorotan. Pertarungan argumen di ranah media sosial pun menjadi latar belakang dari konflik ini, menunjukkan betapa sensitifnya isu seputar integritas dan rekam jejak pendidikan dalam dunia politik.