NAWACITAPOST.COM — Di tengah dinamika dan tantangan zaman yang kian kompleks, upaya menjaga keutuhan bangsa dan Republik Indonesia tidak lagi sekadar berfokus pada benteng pertahanan fisik wilayah kedaulatan, melainkan pada ketahanan spiritual dan moral bangsa.
Nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan diposisikan sebagai jaring pengaman utama guna merawat identitas serta persatuan nasional agar tidak tergerus oleh arus globalisasi.
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Yasonna Laoly, menegaskan kembali urgensi penguatan karakter bangsa tersebut melalui agenda Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan.
Politisi senior PDI Perjuangan ini menyerukan pentingnya pemahaman mendalam serta pembumian nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pesan kebangsaan yang kuat tersebut disampaikannya melalui unggahan resmi pada akun Instagram miliknya, @yasonna.laoly, pada Senin (12/10/2026).
Dalam unggahan tersebut, ia menekankan bahwa keberlanjutan sebuah negara sangat bergantung pada sejauh mana warganya mampu menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa.
"Menjaga keutuhan bangsa bukan hanya tentang mempertahankan wilayah, tetapi juga merawat nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Yasonna Laoly.
Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tersebut menggarisbawahi bahwa empat konsensus dasar kebangsaan—Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika—bukan sekadar formulasi teoritis atau dogma historis.
Keempat pilar tersebut harus dihayati secara kolektif dan diintegrasikan secara nyata ke dalam tindakan sehari-hari.
"Melalui Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, saya mengajak masyarakat untuk terus memahami, menghayati, dan mengamalkan Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya menambahkan.
Baca Juga: Lompatan Futuristik Wuyang Honda: Skutik Bongsor NWZ150 Berteknologi Mild Hybrid Resmi Menghentak
Lebih lanjut, legislator dari daerah pemilihan Sumatera Utara ini juga menyoroti realitas kebinekaan Indonesia.
Menurutnya, pluralisme yang melingkupi etnis, agama, ras, dan antar-golongan di Indonesia bukanlah pemicu keretakan sosial, melainkan merupakan benteng pertahanan utama dan kekuatan terbesarnya.
Keanekaragaman tersebut diyakini mampu membentengi Indonesia dari ancaman disintegrasi apabila dikelola dengan semangat kebersamaan.
"Keberagaman adalah kekuatan bangsa. Dengan semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan, kita dapat menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah berbagai tantangan zaman," ungkapnya tegas.
Sebagai penutup narasi perjuangannya, Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyampaikan pesan mendalam yang ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda yang akan memegang tampuk kepemimpinan di masa depan.
Ia menyerukan agar komitmen merawat nilai kebangsaan senantiasa dirawat secara berkelanjutan demi memastikan kelangsungan peradaban Indonesia yang aman dan sejahtera.
"Mari terus merawat kebangsaan, memperkuat persaudaraan, dan mewariskan Indonesia yang damai, adil, serta bermartabat bagi generasi mendatang," pungkas Yasonna.
Langkah konsisten Yasonna Laoly dalam menggalakkan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini mencerminkan komitmen Komisi XIII DPR RI serta Fraksi PDI Perjuangan dalam mengawal isu-isu hukum, HAM, dan konstitusi.
Langkah ini dipandang sebagai benteng ideologis yang sangat krusial dalam menghadapi berbagai potensi pembelahan sosial, sekaligus memastikan Panji Pertiwi tetap berkibar dengan megah, damai, dan bermartabat di panggung internasional.