novel

Keutamaan Ibadah Haji Dalam Kehidupan

Kamis, 20 Juni 2024 | 08:47 WIB
Ilustrasi Jamaah Haji (Foto istimewa )

NAWACITAPOST.COM - Alhamdulilah hari ini para jamaah haji telah selesai melaksanakan lempar jumrah yang terakhir. Rasa senang, bahagia, haru dan bersyukur disampaikan kepada sesama jamaah, akhirnya perjuangan panjang yang melelahkan tersebut bisa diselesaikan dengan baik atas izin Allah SWT.

Menunaikan ibadah haji adalah ibadah yang sangat mulia, karena dengan ibadah haji kesempurnaan beragama seseorang sudah dicapai. Namun tahukah anda kalau ibadah adalah sebuah ibadah yang memiliki keutamaan yang besar dibandingkan dengan ibadah yang lain?

Baca Juga: Armina … Lelah Yang Penuh Berkah Allah!!

Berikut ini beberapa keutamaan Ibadah haji Mengutip buku Fikih Sunnah Jilid 3 oleh Sayyid Sabiq terjemahan Khairul Amru Harahap, adalah sebagai berikut:

HM Basori, M.Si, penulis artikel (Foto istimewa )

  1. Melebur Dosa
    Mengerjakan ibadah haji dapat melebur dosa. Abu Hurairah RA berkata Nabi SAW bersabda:
    "Barangsiapa yang berhaji karena Allah, kemudian dia tidak bersetubuh dan berbuat kemaksiatan, maka dia pulang (ke negaranya) seperti anak yang baru dilahirkan ibunya".(HR Bukhari dan Muslim).
  2. Diganjar Surga
    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah RA, berikut bunyi sabda Rasulullah:
    "Umrah dan umrah yang akan datang dapat menghapus doa di antara keduanya. Haji yang mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga".(HR Bukhari)
  3. Haji sebagai Jihad
    Haji juga termasuk ke dalam jihad. Dari Hasan bin Ali dikatakan ada seseorang yang menemui Rasulullah SAW, kemudian dia berkata:
    "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah orang yang penakut dan lemah".
    Rasulullah SAW berkata kepadanya:
    "Mari berjihad yang di dalamnya tidak didapati duri; haji".(HR Abdurazzak dan Thabrani)
  4. Amalan yang Paling Utama
    Keutamaan haji lainnya yaitu amalan yang paling utama. Abu Hurairah RA menyebut Nabi SAW pernah ditanya mengenai amal apa yang paling utama, beliau lalu menjawab, "Yaitu beriman kepada Allah dan rasul-Nya",
    Beliau ditanya lagi, setelah itu apa? Rasulullah menjawab, "Berjihad di jalan Allah haji mabrur",
    Haji mabrur adalah haji yang tidak disertai dengan perbuatan dosa. Haji dikatakan mabrur jika selesai mengerjakan haji maka orang tersebut semakin zuhud hidupnya, tidak tergoda dengan gelimang dunia dan lebih mengedepankan kehidupan di akhirat.
  5. Termasuk Tamu Allah SWT
    Abu Hurairah mengatakan Nabi SAW bersabda:
    "Orang-orang yang berhaji dan umrah adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa, maka Allah mengabulkan doanya dan jika mereka memohon ampun maka Allah mengampuninya".(HR Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Ibnu Huzaimah)
  6. Biaya Setara Jihad
    Keutamaan selanjutnya dari melakukan ibadah haji yaitu biaya yang dikeluarkan sama dengan biaya jihad. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
    "Nafkah saat haji sama dengan nafkah dalam (peperangan) di jalan Allah. Setiap ihram bernilai tujuh ratus kali lipat".(HR Abu Abi Syaibah, Ahmad, Thabrani dan Baihaqi)
  7. Syafaat pada 400 Anggota Keluarga
    Dari sahabat Abu Musa Al-Asy'ari RA dengan marfu dari Rasulullah SAW, "Orang yang berhaji dapat memberikan syafaat kepada 400 orang keluarga atau keluarganya dan ia akan keluar dari dosanya seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya".(HR Al-Bazzar)
  8. Mendapat Garansi Ampunan
    Bagi orang yang menunaikan haji dan dimintakan ampunan oleh orang lain, niscaya ia akan memperolehnya. Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW pernah berdoa, "Ya Allah, ampunilah jemaah haji dan orang yang dimintakan ampun oleh jemaah tersebut".(HR Al Hakim)
  9. Dijamin Kesehatan Lahir dan Batin
    Dari sahabat Abu Dzar RA, Nabi Muhammad SAW bercerita, "Nabi Daud AS pernah berdoa, 'Tuhanku, apa yang didapat hamba-Mu bila mereka mengunjungi-Mu pada rumah-Mu?' Allah menjawab, 'Setiap pengunjung memiliki hak atas yang dikunjungi. Wahai Daud, sungguh mereka berhak mendapatkan kesembuhan di dunia dan ampunan dari-Ku ketika kelak Kujumpai mereka (di akhirat)'."(HR At-Thabarani)
  10. Dibangkitkan dengan Talbiyah
    Dari Ibnu Abbas RA, ia bercerita, ketika sedang (wukuf) bersama Rasulullah SAW di Arafah, seseorang tiba-tiba terjatuh dari kendaraannya, lalu membuat lehernya patah, kemudian meninggal dunia. Rasulullah SAW mengatakan:
    "Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara, kafankanlah pada dua lapis. Jangan berikan obat pengawet dan jangan tutup kepalanya karena Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah".(HR Bukhari, Muslim, dan Ibnu Khuzaimah).

Baca Juga: Armina dan Padang Mahsyar

Begitu besar keutamaan menjalankan ibadah haji, semoga Allah memberikan kemudahan kita mengunjungi Baitullah dalam rangka untuk berhaji dan umroh.

Orang yang menjalankan ibadah haji adalah makluq Allah yang istimewa, karena Allah memberikan kemuliaan atas perjuangan lahir batin yang dia lakukan. Ibadah haji sebagai perjalanan spiritual mereformulasi keimanan seseorang bagaimana kaitannya hubungan dengan Allah dan hubungannya sesama manusia.

Baca Juga: Rahasia Dibalik Mabit Di Muzdalifah

Kebaikan hati, kesolehan sosial dan kekhusyukan dalam ibadah adalah buah nyata dari Mabrurnya haji seseorang. Kita semua berdoa semoga Allah memberikan jalan mudah bagi kita untuk bisa berziarah ke Makkah Al Mukarromah dan Madinatul Munawaroh sebagai bentuk pengabdian tertinggi pada Allah SWT karena bisa Haji dan Umroh. Aamiin

 

Nganjuk, 20 Juni 2024
Penulis HM Basori M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy

 

 

Halaman:

Tags

Terkini

Mengambil Hikmah Perjuangan Kader NU Ketika Di PPP

Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:00 WIB

Makna Strategis Elektabilitas Dalam Pilkada Tahun 2024

Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:47 WIB

Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati

Minggu, 11 Agustus 2024 | 20:27 WIB

Jangan Jadikan Uang Jadi Tuhanmu

Jumat, 9 Agustus 2024 | 08:43 WIB

Mewaspadai Oportunis Politik dalam Pilkada 2024

Kamis, 8 Agustus 2024 | 20:22 WIB