NAWACITAPOST.COM - Allahu Yarham, Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) jauh sebelum reformasi bergulir pernah menyampaikan "jika suatu saat Nahdlatul Ulama (NU) berada di kekuasaan, maka organisasi NU akan Maju dan Warga NU akan makmur" begitulah beliau berkali - kali menyampaikan. Padahal pada saat itu orde baru masih kuat - kuatnya, dan Gus Dur benar - benar merasakan begitu beratnya NU berjuang membangun masyarakat karena warga NU banyak yang miskin.
Waktu terus berjalan hingga akhirnya reformasi bergulir dan warga NU mempunyai saluran politik yang bernama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dengan masuknya kader NU di lembaga legislatif dan eksekutif akhirnya benar, NU secara organisasi lebih maju karena mendapatkan support dana dari kader NU yang jadi pejabat, sementara warga NU belum banyak yang sejahtera karena memang belum maksimal dalam memberikan intervensi kebijakan yang pro pada warga NU.
Baca Juga: Prabowo Efek Dalam Pilkada Nganjuk 2024
Untuk memenuhi cita - cita Gus Dur tersebut, maka kita sebagai warga NU harus mulai berfikir strategis, bagaimana warga NU bisa semakin makmur karena adanya intervensi kekuasaan berpihak pada pembangunan ekonomi warga NU.
Berikut ini nalar politik yang harus dibangun agar warga NU cepat makmur dan sejahtera:
Baca Juga: Rakyat Dalam Marketing Politik
- Secara kwantitas (jumlah) warga NU sangat besar, namun kekuatan politik warga NU belum dikelola dengan baik. Maka seluruh warga NU harus bersatu untuk mewujudkan kekuasaan yang dipimpin oleh kader NU, agar intervensi pembangunan ekonomi melalui anggaran pemerintah bisa kita lakukan.
- Membangun kesadaran kader NU yang berada di kekuasaan dan menjadi pejabat untuk berfikir cerdas bagaimana akses pembangunan ekonomi bisa diarahkan pada usaha produktif warga NU.
- Warga NU yang hebat adalah warga NU yang memiliki kesadaran untuk memenangkan kader NU sejati yang berjuang untuk memperoleh kekuasaan entah itu Bupati atau Gubernur.
- Nasbul Imamah (memilih Pemimpin) bagi NU adalah sangat penting baik secara agama, maupun politik. Maka memilih pemimpin yang baik dan bersih adalah wajib dilakukan terutama kader NU sendiri yang maju.
- Nasbul Imamah bagi NU mengandung maksud memilih pemimpin yang baik dan tidak mencari keuntungan pribadi sebesar - besarnya, mengedepankan maslahatul ‘ammah (kepentingan umum).
- Dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) ada hak rakyat yang harus disalurkan, jika pemimpin yang jadi bukan kader NU atau tidak peduli pada warga NU, maka sangatlah rugi, padahal kita memiliki hak disana.
- Birokrasi perlu pemimpin yang memiliki integritas dan profesional, bahasa tersebut bukan berarti harus yang pernah memimpin tetapi yang memang dalam jiwanya memiliki nilai perjuangan, profesional dan melayani sepenuh hati.
- Memilih kader sendiri yang berintegritas, profesional dan melayani sepenuh hati adalah sebuah jihad politik (berjuang amar makruf nahi mungkar) maka jangan sampai suara kita tergadaikan untuk yang kesekian kalinya.
- Politik itu tidak melulu uang, uang dan uang. Ketika kita harus memilih demi sebuah perubahan dan untuk mendapatkan kemaslahatan umat yang lebih besar, maka uang harus kita tanggalkan.
Baca Juga: Membaca Peta Politik Nganjuk Dalam Pilkada 2024
NU organisasi yang ikut mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), NU sudah teruji sebagai penjaga NKRI, NU satu - satunya organisasi yang tidak pernah berfikir untuk diri sendiri. Maka jaga Marwah NU untuk tidak berpaling, jika kader NU sejati ikut dalam kompetisi.
Kader kita banyak yang hebat dan mampu, hanya kesempatan yang belum memberikan ruang untuk mengekspresikan kemampuan dan kehebatannya.
Baca Juga: Kata Siapa Jadi Bupati / Wakil Bupati Itu Sulit!!!
Sebuah catatan sederhana semoga menggugah hati dan Fikiran warga NU untuk terus berbuat baik demi kemajuan bangsa dan negara kita.
Nganjuk, 10 Juli 2024
Penulis HM Basori M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy
Artikel Terkait
Cara Cerdas Menjadi Pendukung Dalam Pemilu
Koalisi PKB, Gerindra dan PPP Mendukung Gus Ibin Aushaf, Adalah Role Mode Baru Dalam Pilkada 2024
Kata Siapa Jadi Bupati / Wakil Bupati Itu Sulit!!!
Membaca Peta Politik Nganjuk Dalam Pilkada 2024
Rakyat Dalam Marketing Politik
Prabowo Efek Dalam Pilkada Nganjuk 2024