Kamis, 4 Juni 2026

Membaca Peta Politik Nganjuk Dalam Pilkada 2024

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Senin, 8 Juli 2024 | 06:00 WIB
Ilustrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 (Istimewa )
Ilustrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 (Istimewa )

NAWACITAPOST.COM - Setelah Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) mengusung pasangan Muhammad Muhibbin Nur (Gus Ibin) - Aushaf Fajr Herdiansyah, sementara Marhaen Djumadi (Kang Marhaen) akan bergandengan dengan Trihandy Cahyo Saputro (Mas Trihandy), Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Nganjuk akan diramaikan oleh kuda hitam yang tidak bisa dipandang sebelah mata, yaitu hadirnya Ita Triwibawati (Bunda Ita).

Bunda Ita bukan orang baru di Nganjuk, karena beliau mantan ketua Tim penggerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) yang hampir 10 tahun. Disisi lain bunda Ita adalah seorang birokrat, cerdas, profesional dan yang pasti memiliki pendukung yang tidak sedikit. Sebuah informasi yang tepercaya tim sukses bunda ita saat Pemilu Legislatif (Pileg) kemarin kurang lebih 3000 (tiga ribu) orang.

Baca Juga: Kata Siapa Jadi Bupati / Wakil Bupati Itu Sulit!!!

Kita bisa mengasumsikan jika tim tersebut tersebar diseluruh desa pasti akan mampu menggerakkan massa yang bisa mendulang suara yang signifikan. Politik selalu dinamis, maka semua kompetitor harus belajar dari permainan pileg yang kemarin.

HM Basori M.Si penulis artikel (Foto istimewa )

Semua calon berpotensi menang jika menggunakan strategi dan taktik yang benar. Namun ada sebuah ungkapan jenaka, pokok pemilih dikasih uang pasti akan memilih.

Baca Juga: Koalisi PKB, Gerindra dan PPP Mendukung Gus Ibin Aushaf, Adalah Role Mode Baru Dalam Pilkada 2024

Pemilu adalah pesta rakyat, maka jika rakyat disenangkan pasti akan memberikan dukungan. Rakyat berfikir rasional pada semua kandidat, katanya setelah jadi mereka akan ditinggal.

Jika Pilkada nanti ada 3 pasang calon, maka secara matematis semua bisa meminimalisir cost. Asumsi yang kita bayangkan, seluruh potensi pemilih akan diambil masing - masing kandidat sesuai dengan strategi yang dipakai. Disisi lain masing - masing akan menguat daya dukung untuk memgambil selisih dari dua calon yang berbeda. Tiga pasang calon membuat tim sukses berfikir keras, bagaimana loyalis yang dibangun tidak tergiur oleh iming - iming dari calon lain.

Baca Juga: Mencari Formula Untuk Menyelamatkan NU Dalam Pilkada 2024

Salah satu kunci utama untuk memenangkan Pilkada 2024 adalah kuatnya infrastruktur politik. Dalam ilmu politik, Infrastruktur politik adalah, suatu struktur yang menggabungkan antara satu dengan yang lain, lalu membentuk satu rangkaian yang membantu berdirinya keseluruhan struktur tertentu.

Infrastruktur politik setidaknya terdiri dari 4 (empat) kelompok utama, yaitu Partai Politik (Parpol), kelompok kepentingan (interest group), kelompok penekan (pressure group), dan media massa. Jika ingin menang sebuah komponen tersebut harus dibangun sejak dini agar cost politik tidak terlalu besar.

Baca Juga: Potret Perilaku Politik Masyarakat Nganjuk Dalam Pemilu

Disisi lain Personal branding calon juga harus dilakukan secara serius untuk:

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Sumber: HM Basori M.Si Direktur Sekolah Perubahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengambil Hikmah Perjuangan Kader NU Ketika Di PPP

Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:00 WIB

Makna Strategis Elektabilitas Dalam Pilkada Tahun 2024

Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:47 WIB

Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati

Minggu, 11 Agustus 2024 | 20:27 WIB

Jangan Jadikan Uang Jadi Tuhanmu

Jumat, 9 Agustus 2024 | 08:43 WIB

Mewaspadai Oportunis Politik dalam Pilkada 2024

Kamis, 8 Agustus 2024 | 20:22 WIB