Minggu, 19 Juli 2026

Mencermati Perubahan Perilaku Politik Kader NU dan Konstruksi Pemikiran Kader NU

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Rabu, 15 Mei 2024 | 06:50 WIB
Logo Nahdlatul Ulama  (Foto istimewa )
Logo Nahdlatul Ulama (Foto istimewa )

Ketika Jabatan dan Kekuasaan melahirkan kewenangan, banyak orang yang ingin menjabat rela memberi sejumlah uang, maka sikap dasar orang tergoda untuk memiliki banyak uang akhirnya muncul, hingga akhirnya diterima.

Baca Juga: Mengokohkan Diri Sebagai Seorang Hamba Allah

Ketika Jabatan dan Kekuasaan melahirkan fasilitas, maka orang lupa kewajiban dan hatinya tertutup kemewahan fasilitas yang dia terima. Bahkan pola hidup yang sederhana menjadi hidonis.

Ketika Jabatan dan Kekuasaan melahirkan kebijakan seseorang merasa berkuasa dan bisa apa saja. Maka tidak jarang lahir kesombongan karena bisa mengatur dan keinginannya bisa tercapai.

Baca Juga: Manusia ada Dalam Siklus Waktu, Maka Syukurilah.... !!

Konstruksi Ideal Pemikiran dan Sikap Kader NU

Kader NU manusia biasa, namun kader NU memiliki hati nurani yang dibangun melalui proses panjang dengan nilai nilai luhur para masyayikh dan kiai. Maka konstruksi pemikiran dan sikap kader NU harus di jaga agar memiliki integritas dan kepribadian yang mencerminkan nilai luhur NU.

  1. Kader NU harus selalu ingat tujuan berdirinya NU adalah mengembangkan ajaran-ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan melindunginya dari penyimpangan kaum pembaru dan modernis.
  2. Nilai perjuangan NU adalah keadilan, toleransi dan keseimbangan dalam pengambilan keputusan dalam permasalahan. Sehigga NU tidak timpang atau pun berat sebelah. "NU dikenal dengan sikap toleransi yang tinggi. Sangat menjunjung nilai kemanusiaan”.
  3. Ulama NU berjuang keras untuk meleburkan jiwa-jiwa Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga tidak ada yang salah dengan yang namanya Islam tapi tetap cinta Indonesia, bahkan prinsip itulah yang terus diperjuangkan.
  4. Nilai luhur masyayikh NU harus menjadi spirit kehidupan dimanapun kader NU berada, dimana qonaah, kesederhanaan hidup, tirakat, sikap sakho’ dan menebar kebaikan dimanapun berada menjadi kepribadian setiap kader NU.
  5. Kader NU yang memiliki kekuasaan dan jabatan harus selalu ingat bahwa setiap amanah harus dilakukan dengan benar, karena semua akan dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat.
  6. Nilai luhur NU tidak akan lapuk oleh waktu dan tidak akan tergerus oleh perubahan, namun semua tindakan kader NU akan menjadi prasasti kehidupan dirinya. Dia akan dikenang sebagai pejuang atau pecundang.
  7. Derasnya perubahan kehidupan sudah merubah sikap para kader NU dan dzurriyah pendiri NU, namun sebagai kader NU sejati tujuan kita hanya satu “Ikut Dawuhe Mbah Hasyim, Sopo Sing Gelem Ngopeni NU tak Anggep Santriku” artinya semua yang terjadi di NU niat tabarruk sebagai Santri Mbah Hasyim lebih penting dibanding dengan rebutan jabatan, mencari jabatan, mencari hidup di NU dan banyak kegiatan lain yang tidak sejalan dengan nilai luhur yang dibangun oleh para masyayikh pendiri NU.
  8. Kader NU dipolitik dan kekuasaan itu penting, karena berjuang di kekuasaan lebih efektif untuk amar makruf nahi mungkar dan membangun umat. Tapi menjaga diri untuk tetap berpegang teguh pada nilai perjuangan NU dan Kiai jauh lebih penting.
  9. Jika merasa sebagai pejuang NU, seringlah merenung setiap melakukan sesuatu yang menggunakan nama NU atau mengatasnamakan NU, karena NU itu Malati, ketika seseorang Kuwalat, maka bencana dan musibah akan selalu hadir dalam kehidupannya!! Ngeri kan … Apalagi akan menimpa anak cucumu!!!

Baca Juga: Mengintip Situasi Akherat

Semoga semua kader NU tetap di jalan yang benar. Hidup itu sangat singkat, maka apa yang kita lakukan harus kita fikir manfaat dan mafsadatnya. Bagi yang sudah terlanjur salah dalam memanfaatkan NU, bersihkan dirimu dan hartamu agar kelak tidak menanggung hisab yang berat. Ingatlah juga kalau anak turunmu akan ikut menanggung juga.

 

 

Nganjuk, 15 Mei 2025
Penulis HM Basori M.Si
Instruktur Nasional Gerakan Pemuda Ansor
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocasy

 

 


Ikuti dan dapatkan berita terupdate khusus Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur langsung dari ponselmu, pada situs berita www.nawacitapost.com melalui aplikasi Facebook silahkan klik disini, dan disini juga melalui aplikasi Twitter atau X silahkan klik disini pastikan dua aplikasi tersebut sudah terinstall pada ponselmu

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Sumber: HM Basori M.Si Direktur Sekolah Perubahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengambil Hikmah Perjuangan Kader NU Ketika Di PPP

Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:00 WIB

Makna Strategis Elektabilitas Dalam Pilkada Tahun 2024

Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:47 WIB

Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati

Minggu, 11 Agustus 2024 | 20:27 WIB

Jangan Jadikan Uang Jadi Tuhanmu

Jumat, 9 Agustus 2024 | 08:43 WIB

Mewaspadai Oportunis Politik dalam Pilkada 2024

Kamis, 8 Agustus 2024 | 20:22 WIB