Sutikno mengungkapkan bahwa setelah diliput wartawan kalau ada kejadian apakah panjenengan semua berani.
"Sekarang sampeyan meliput kan, kalau nanti malam ada kejadian sampean berani nggak bertanggung jawab, resikonya di situ mas. Diliput boleh, tapi sebab dan akibatnya sampean yang tak cari," tutur Sutikno.
Menurut Sutikno mengatakan bahwa kalau ada kejadian pasti akan di sidik terlebih dahulu, tidak tahu nanti nyuruh teman atau bagaimana, tak bikin pekerjaan itu pasti.
"Kalau diliput boleh, tapi kalau tahu dimasukkan media, tak foto tak cari orangnya. aku mau tertulis, tapi kalau terjadi sesuatu mulai detik ini sampai berapa minggu, langsung tak tuduh," kata Sutikno.
Baca Juga: Transit di Desa Mojoagung Prambon Diduga Jadi Pemicu Deadlock Konfercab XX PC GP Ansor Nganjuk
Terpisah pemuda berinisial WL ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa hampir setiap Minggu pengelola mengambil sisa limbah dari perusahaan yang berlokasi di Desa Prayungan, Kecamatan Lengkong, Nganjuk.
"Armada milik pengelola limbah yang berdiri di Desa Babadan selalu ambil limbah setiap hari Senin," ucap WL kepada wartawan Nawacitapost.com, pada Minggu (26/1/2025).
WL mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui secara langsung pengambilan limbah tersebut, mulai dari armada yang digunakan hingga waktu pengambilan.
"Armada itu berupa truk engkel berwarna putih dengan nopol AG 8317 VF dan datangnya kisaran pukul 12.30 hingga pukul 15.00 WIB," ungkap WL.
Baca Juga: Terima Kunjungan dari DPW Gibran Center Jatim, DPD GC Kabupaten Nganjuk Merasa Senang
WL menambahkan bahwa perusahaan yang menjadi pemasok pengelola limbah di Desa Babadan adalah perusahaan besar yang bergerak di bidang peternakan, namun dirinya masih mempertanyakan apakah perusahaan itu memiliki izin beroperasi atau tidak.
"Jadi yang saya tahu, di sekitar kawasan perusahaan tidak ada papan namanya, kemudian jalan menuju perusahaan agak sulit, juga sebelum memasuki kawasan perusahaan ada portal yang dijaga oleh satpam," papar WL.