NAWACITAPOST.COM - Konferensi Cabang (Konfercab) XX (Dua puluh) Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur sempat mengalami deadlock, hal tersebut dinyatakan oleh pimpinan sidang dikarenakan situasi yang tidak kondusif.
Pada berita sebelumnya yang berjudul "Konfercab XX PC GP Ansor Nganjuk Diduga Ditunggangi, Ini Komentar Sekretaris Demisioner dan Ketua Penasehat PW Jatim" Ketua Penasehat PW GP Ansor Jatim H Imam Makruf ketika berita beredar sempat menghubungi wartawan Nawacitapost.com.
Berdasarkan data yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com, ada tiga kandidat Bakal Calon Ketua PC GP Ansor yaitu, Agus Muhammad Nasih Basthomi alias Gus Nasih, M Bagus Wahyudi, dan Hamid Muzakki, yang sama-sama sudah mendapatkan rekomendasi dari beberapa Pimpinan Anak Cabang (PAC), maupun Ranting GP Ansor.
Adapun rekomendasi untuk Agus Muhammad Nasih Basthomi alias Gus Nasih, mendapatkan rekomendasi dari 4 PAC dan 44 Ranting, begitu juga dengan Bagus Wahyudi juga mendapatkan rekomendasi dari 4 PAC dan 44 Ranting. Sementara Hamid Muzakki mendapatkan rekomendasi tertinggi yaitu dari 7 PAC dan 131 Ranting GP Ansor.
Pada akhirnya 3 bakal calon tersebut mendaftarkan diri sebagai calon. Namun persyaratan belum diverifikasi oleh panitia dan belum ditetapkan sebagai calon, bahkan belum ada penyampaian visi misi dari ketiga calon tersebut, salah satu bakal calon yakni Hamid Muzakki sudah dianggap sebagai pemenang oleh pimpinan sidang dikarenakan mendapatkan rekomendasi tertinggi.
Tak hanya sampai disitu, situasi Konfercab diperburuk dengan adanya dugaan berbagai intervensi dari pihak PC GP Ansor Nganjuk, yang dianggap kurang transparan dalam memberikan nilai akreditasi terhadap PAC maupun Ranting. Padahal penilaian akreditasi organisasi merupakan penentu dalam memberikan hak suara pada konfercab.
Hasan Bisri pimpinan sidang pada Konfercab XX PC GP Ansor Kabupaten Nganjuk ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pemilihan Ketua Pimpinan Cabang (PC) telah terlaksana, yang belum adalah pemilihan anggota formatur.
"Pemilihan Ketua PC telah terlaksana, Pemilihan Anggota Formatur belum terlaksana alias deadlock," ucap Hasan Bisri melalui pesan aplikasi WhatsApp, pada Senin (30/12/2024).
Ketika ditanya tentang isu Konfercab XX PC GP Ansor Kabupaten Nganjuk kepentingan, dan 50 persen plus 1 yang tertuang dalam tatib dianggap sebagai pesanan dari pihak tertentu, Hasan Bisri mengatakan bahwa semua yang hidup pasti diterpa isu.
Baca Juga: Diduga Ditunggangi Kepentingan, Konferensi Cabang XX PC GP Ansor Nganjuk Berakhir Ricuh dan Deadlock
"Isu ? Semua yang hidup pasti diterpa isu. Bukankah faktanya, ini usulan peserta ? Bahkan ada argument pembanding yaitu 70% dan 85%. Tiga opsi yang akhirnya diambil dalam voting terbuka," ucap Hasan Bisri kepada wartawan Nawacitapost.com.
Ketika disinggung dengan adanya voting terbuka, apakah semua peserta itu sudah bisa menerima? Dan ada yang menganggap opsi 50 persen plus 1, itu adalah sebuah pesanan yang sengaja disetting sebelum pelaksanaan? Hasan Bisri justru menuduh wartawan Nawacitapost.com adalah bagian dari peserta yang kontra, padahal dari awal sebelum mewawancarai sudah dijelaskan.