Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Tantangan akan regenerasi peningkatan kualitas pengetahuan dunia teknologi informasi pertanian, Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia Wilayah 2 menggelar kegiatan pelatihan advokasi dan Jurnalistik.
hal itu disampaikan oleh Ketua Panitia Pelatihan Advokasi dan Jurnalistik ISMPI Wilayah 2, Muhammad Hibar Al Akbar mengatakan bahwa pihaknya mengadakan kegiatan tersebut untuk memenuhi tuntutan teknologi pertanian yang semakin maju.
Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia Wilayah 2 dilaksanakan guna meningkatkan ketersediaan dan kapasitas pengetahuan tentang pertanian khususnya dikalangan kaum millenial yang semakin berkurang.
"Berdasarkan data dari BPS generasi kita saat ini angkanya menurun dari umur 17 sampai di bawah 40 tahun itu mungkin hanya di bawah 20%," ujar Hibar saat dikonfirmasi disela kegiatan, Sabtu (16/09/2022).
Tak hanya soal itu, Hibar menanggapi hal tersebut adalah sebuah anomali yang terjadi saat ini. Dimana Negara Indonesia sebagai Bangsa agraria tetapi perkembangan akan minat dan semangat pertanian semakin menurun.
"itu yang jadi permasalahan kita sedangkan kita itu tuh negara agraria pertanahan negara agraria. Pangan kita melimpah seperti rempah rempah, nah kita butuh wawasan yang mempuni. Makanya kemarin seminar nasional itu judulnya tentang regenerasi pertanian dalam pertanian berkelanjutan," ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Majalengka itu menambahkan dalam kegiatan tersebut sebagai sarana memperkaya wawasan dalam menghadapi realitas dilapangan masih banyak terjadi alih fungsi lahan yang tidak tepat sasaran.
"Masalahnya banyak kasus kasus di Indonesia lahan pertanian berkelanjutan itu akan menjadi lahan infrastruktur yang terus dialihfungsikan. Seperti kegiatan pembangunan pemda atau provinsi," tegasnya.
Mengantisipasi dan memaksimalkan peran seorang mahasiswa, ISMPI bergerak mengadakan kegiatan pelatihan advokasi dan Jurnalistik sebagai wujud komitmen bersama untuk menumbuhkan rasa percaya diri menjadi seorang petani millenial dengan harapan sebagai solusi pasca pandemi Covid-19.
"Khususnya delegasi peserta bisa lebih memperhatikan tentang pentingnya lahan pertanian berkelanjutan. Dan kita tahu di setiap Kabupaten ada yang belum punya Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LPPB), itu sebagai sarana kita untuk memberikan pemahaman tentang penanganan lahan pertanian," tandasnya.