news

Wisata Jalan Tunjungan. Wawali Armuji Siapkan Titik Parkir, Tenant Protes Larangan Dishub

Sabtu, 6 November 2021 | 18:57 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Pemerintah Kota Surabaya terus menjalankan rencana untuk menjadikan Jalan Tunjungan sebagai salah satu kawasan wisata untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.


Untuk mendukung langkah itu , Pemerintah Kota Surabaya melalui dinas perhubungan menyiapkan sembilan titik lokasi parkir bagi pengunjung jalan Tunjungan.


Saat dikonfirmasi Sabtu (6/11) Wakil Walikota Armuji menegaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota menyiapkan titik parkir untuk mempermudah akses warga yang mengunjungi jalan Tunjungan.


" Dari Dinas Perhubungan ada sembilan titik , sekarang sudah tahap sosialisasi semoga nanti cepat sembari kita siapkan pagelaran UMKM dan Pentas Seni " , Kata Armuji


Dirinya menyebutkan bahwa saat ini Pemerintah Kota melalui BAPPEKO telah merancang Revitalisasi kawasan Tunjungan , untuk memadukan aspek modern kekinian dan Historis.


" Jalan Tunjungan melekat pada memori banyak orang , apalagi ada lagunya ' mlaku - mlaku Nang Tunjungan' . Sekarang kita hidupkan memori itu selaras dengan agenda pemulihan Ekonomi", ujar Wakil Walikota Surabaya


Terkait dengan Ketentuan larangan parkir di Jalan Tunjungan itu diberlakukan hanya mulai pukul 16.00 – 23.00 WIB.saat ini larangan tersebut masih dalam tahap sosialisasi.


Untuk lokasi parkir yang telah disiapkan  di Gedung Siola. Selain itu, di Jalan Genteng Besar. Hotel di sekitar Jalan Tunjungan pun bisa dijadikan alternatif tempat parkir.


Sementara itu, Pelaku Usaha Di Jalan Tunjungan yang mengatasnamakan diri Solidarity For Jalan Tunjungan, mengaku keberatan terkait perlakuan larangan parkir di sepanjang Jalan Tunjungan, Surabaya mulai pukul 16.00-23.00 oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya.


Sebagai bentuk aksinya, per hari ini pelaku usaha di sepanjang jalan Tunjungan, memilih tutup lebih awal yakni pukul 16.00.


Selain itu, para pemilik tenant sudah mengajukan surat keberatan, tertanggal 4 November 2021, dengan tembusan kepada Kasat Lantas Polrestabes Surabaya dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya.


Melalui perwakilannya, Fahad mengatakan hari ini adalah aksi tutup lebih awal 16.00 yang tergabung dengan solidarity for jalan Tunjungan Surabaya.


Alasan keberatannya yaitu,  dengan adanya aturan tersebut omzet tenant menurun hingga 80%.


Selain kesulitan bongkar muat barang produksi, aturan tersebut juga mengurangi minat kunjungan wisata ke Jalan Tunjungan.


Fahad juga menganggap kebijakan ini tidak sejalan dengan semangat wali kota menjadikan Jalan Tunjungan ikon wisata.

Halaman:

Terkini