" Ini namanya tidak berhitung, kita harus menjadikan kejadian tadi siang sebagai bahan evaluasi, " Ujar Thoni kembali.
Kemarin banyak anggota dewan yang ikut hadir dan memuji sedemikian rupa, karena memang sepi dan menerapkan berapa serta siapa yang akan divaksin sudah terukur. Tetapi begitu hari ini terjadi ledakan, maka harus menjadi bahan evaluasi semua pihak.
Harapannya, harus ada penjelasan dari pihak panitia, bagaimana hal itu sampai terjadi seakan-akan lepas kontrol.
Sebagai lembaga Dewan, A.H Thoni merasa punya tanggung jawab atas Surabaya. Kalau terjadi hal seperti ini maka dikawatirkan apa yang sudah diupayakan pemerintah kota dengan berjibaku mati-matian hasilnya akan sia-sia.
" Mari saling mawas diri dan intropeksi serta selalu melakukan revaluasi apa yang sudah dilakukan terkait covid ini. Bagaimana caranya bisa dicapai dengan efektif," harap Thoni.
Informasi dari banyak sumber, alasan vaksinasi kembali dilakukan secara kolosal adalah minimnya stok vaksin di pemkot Surabaya tapi di beberapa institusi masih tersedia.
Menurut politisi partai Gerindra ini sebetulnya tidak bisa dibenarkan apapun alasannya hingga terjadi kerumunan. Kalau memang seperti itu, berarti masih ada ego institusional.
" Mestinya, kalau memang di Pemkot sudah habis, lalu dibeberapa institusi masih punya banyak, maka harus dikembalikan kepada satgas yang bisa saling koordinasi. Fungsi satgas ini harus dilaksanakan kemudian vaksin didistribusikan melalui jaringan yang sudah ada supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutur Thoni.
Ia menambahkan, kalaulah hal yang salah tetap dilakukan maka Thoni menilai bahwa didalam vaksinasi ini dalam tanda kutip ada yang 'butuh pengakuan' baik dari institusi maupun dari lembaga lain.
" Kalau ada yang butuh applause (pujian. red), bukan saat ini panggungnya. Ini bukan panggung, siapa dan berbuat apa. Tapi semua harus dilibatkan dalam rangka untuk mengatasi pesebaran covid agar bisa dikendalikan," tegasnya.
Adanya PPKM mikro, PPKM darurat bahkan sampai ada PPKM level 4, jadi percuma bila terjadi hal seperti ini.
" Mohon hal ini dipahami semua pihak, agar yang kita lakukan bersama selama ini tidak sia-sia," tukas A.H Thoni. (BNW)