Kamis, 4 Juni 2026

Kerumunan dan Antrian Vaksinasi di Thor, PPKM Level 4 jadi Sia-sia

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Jumat, 30 Juli 2021 | 22:52 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Beredar foto-foto dan video kegiatan vaksinasi hari ke-2 di lapangan Thor Gelora Pancasila Surabaya, Jumat 30 Juli 2021, yang membuat masyarakat 'miris' melihat antrian panjang dan kerumunan yang jauh dari harapan protokol kesehatan (prokes).


Bahkan, dikabarkan ada yang sempat jatuh pingsan, dan menurut beberapa sumber kemungkinan besar karena belum makan dan kelelahan mengantri dari pagi.


Diketahui, vaksinasi di lapangan Thor dilaksanakan oleh Komando Armada (KOARMADA) II bersama Pemkot Surabaya selama dua hari, kemarin dan hari ini (Kamis dan Jumat). Target yang ditetapkan adalah 25.000 vaksin untuk masyarakat Surabaya yang ber-KTP di tiga kecamatan yaitu Dukuh Pakis, Wonokromo, dan Sawahan. Di hari pertama dinyatakan tertib dan berhasil dengan mem-vaksin sekitar 6.000 orang. Sedangkan pada hari kedua, setelah disebarluaskan pengumuman tidak ada batasan peserta asal warga Surabaya, terjadi ledakan peserta hingga menjadi kerumunan dan antrian yang panjang.



Padahal, dihari pertama kemarin Kamis (29/7), banyak masyarakat sudah memuji panitia yang bisa mengatur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi antrian dan kerumunan, termasuk dari anggota DPRD Surabaya sebagai lembaga pengawas.


Terkait hal ini, wakil ketua DPRD kota Surabaya, A.H Thoni sebenarnya mengapresiasi semua pihak khususnya pemerintah kota yang sudah berusaha sedemikian rupa untuk melakukan penanggulangan covid melalui vaksinasi.


Akan tetapi lagi-lagi, ia kembali menyampaikan bahwa penanggulangan ini harus dilakukan melalui metode atau pendekatan epidemologi.


Pandemi itu adalah kejadian yang luar biasa luas, tapi penanggulangan nya tidak harus kolosal, karena sesuai protokol kesehatan sifat covid ini tidak mengijinkan terjadinya kerumunan.


" Dalihnya memang baik, tapi kalau melanggar prokes, tentu tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik atau maksimal, " Ungkap Thoni.


Ketika pemerintah mengadakan vaksinasi kolosal di Gelora sepuluh November (G10N), Thoni sempat mengkritisi agar pemkot tidak meneruskan pola-pola seperti itu, karena memang bertentangan dengan protokol kesehatan.


" Ini yang dinilai masyarakat bahwa pemerintah tidak konsisten, " Tegasnya.


Supaya tidak terjadi presepsi yang tidak baik, sebagai lembaga pengawas Thoni merekomendasi agar pemerintah kembali memaksimalkan puskesmas-puskesmas yang ada di setiap kelurahan sehingga dapat diilakukan secara massal tetapi yang penting bisa terdistribusi secara merata.


Melihat kejadian pagi hingga siang tadi di lapangan Thor, berarti ini terjadi pengulangan seperti di G10N. " Ini berarti ada ketidaksiapan panitia mengantisipasi ledakan peserta."


Harusnya pemkot sudah berpengalaman mengantisipasi hal ini. Pelaksanaan vaksinasi yang diadakan pemkot, biasanya kan harus mendaftar terlebih dahulu seperti lewat online, supaya bisa terukur pada hari ini siapa saja yang diijinkan divaksin.


" Yang ditakutkan, kalau terjadi kerumunan seperti ini dan ada salah seorang yang terpapar, bisa saja menularkan ke puluhan bahkan ratusan orang secara mendadak," tutur Thoni.


Nah, kalau ini terjadi, vaksinasi belum tentu efektif tapi penyebarannya sudah sebegitu rupa.

Halaman:

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini