news

Janjikan Suara Besar, SAH Kerahkan 18 Barisan Relawannya untuk Kemenangan MA-Mujiaman

Senin, 5 Oktober 2020 | 12:56 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Target Machfud Arifin -Mujiaman 1,4 juta suara untuk meraih kursi Walikota dan Wakil Walikota Surabaya serasa semakin mudah melihat banyak dukungan yang siap memenangkannya. Kemarin, Minggu (4/10/20) beberapa dukungan 'Tambun' menyatakan diri untuk mendukung sekaligus akan bekerja sepenuh tenaga mengusahakan kemenangan Paslon MA-Mujiaman.


Setelah LPM Suramadu dan Partai Gelora Indonesia, malam tadi barisan Relawan Siti Anggraenie Hapsari (SAH) juga turut memperkuat Super Tim MA-Mujiaman yang diusung 8 Partai Parlemen (PAN, PKB, GOLKAR, NASDEM, DEMOKRAT, GERINDRA, PKS dan PPP).


Membawa 18 komunitas Relawannya, SAH menjanjikan suara yang cukup besar. " Hari ini saya mengundang perwakilan dari 18 barisan Relawan   untuk mendengar sendiri pemaparan visi dan misi pasangan calon MA-Mujiaman. Ke-18 Relawannya tersebut antara lain RT/RW, LPMK, dan berbagai komunitas yang mendukung saat pencalonnan saya sebagai Bakal calon Wakil Walikota lalu," ujarnya ditemui usai acara Deklarasi dukungan.


Dari situ, SAH meyakini semua relawannya pendukungnya semakin mantap satu hati, satu janji untuk mendukung MA-Mujiaman sehingga nantinya bisa membawa keluarga, Warga serta anggota komunitas dan elemennya untuk berbondong-bondong meencoblos no 2 MA-Mujiaman pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya 9 Desember 2020 mendatang.


" Alhadulillah, sampai dengan saat ini semua relawan yang telah bergabung dengan kami tempo hari masih setia sekaligus menunggu arahan saya untuk hal pendukungan," tegas SAH kepada awak Media.



SAH menjelaskan, beberapa dari komunitas relawannya termasuk mempunyai anggota yang cukup besar seperti Paguyuban Reog se-Surabaya. " Dari Reog saja terdiri dari 61 sanggar yang masing-masing anggotanya bisa mencapai 50-an orang. Itu belum kita hitung keluarganya. Jadi sesuai hitungan riilnya, saya perkirakan bisa membawa suara yang cukup besar," papar SAH tanpa menyebut angka.


Terkait gerakannya, SAH didukung para Relawan akan secara sporadik turun ke masyarakat, tentunya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Tim Internal Pemenangan MA-Mujiaman. " Kami tidak bisa bergerak sendiri, tentunya ada teknis yang harus dibicarakan dengan tim MA," katanya.


Sebelumnya, dalam sambutannya Machfud Arifin Calon Walikota Surabaya merasa banyak dihambat dalam proses kampanyenya, terutama dalam hal pemasangan baner yang sering diperlakukan tidak  adil. " Hadir disini ada ketua Bawaslu Surabaya, saya hanya titip-titip mohon bisa bersikap adil. Yang lain bisa pasang seenaknya dan melanggar aturan, begitu saya coba ikuti, eh... hanya baner saya yang hilang," ujar mantan Kapolda di tiga wilayah ini.


Surabaya memang indah dalam hal tamannya, tapi masyarakat tidak hanya butuh itu. Surabaya harus berkelas dan harus bisa bersaing dengan negara-negara maju lainnya. " Kita akan mengejar ketertinggalan pembangunan dengan melakukan loncatan-loncatan tidak hanya naik melalui tangga. Surabaya kota nomer dua, jangan bandingkan Surabaya dengan Semarang, kalau mau maju bisa lihat Makasar, Balikpapan atau Palembang yang sudah sangat hebat termasuk dalam peta pariwisatanya yang banyak memanfaatkan sungai-sungainya," papar MA.


" Di Surabaya, Dinas pariwisata cuma ngurusi hotel dan restoran. Saya yakin pejabatnya pasti bukan ahli dibidangnya, terbukti tidak ada inovasi-inovasi untuk destinasi wisata di Surabaya," sindirnya.


MA juga mengaku miris saat masuk ke kampung-kampung," Masih banyak warga Surabaya yang buang hajat disungai, masih banyak warga yang masak dikuburan,,, miris, ini Fakta, kalau seperti ini Pantes endak Surabaya disebut kota Metropolitan. Belum lagi warga yang tinggal dilorong-lorong kecil. Kalau ada yang meninggal, masak yang mati disuruh jalan sendiri. Apakah ini mau diteruskan ?" tanyanya kepada hadirin.


Surat ijo, menurut MA, masih tidak jelas nasibnya. " Terkait penyelesaian Surat Ijo, saya masih ingat janji Walikota pada saat kampanye 10 dan 5 tahun yang lalu. Apa rakyat mau dibohongi lagi," tanyanya kembali.


Di Surabaya, dengan anggaran 10 triliun lebih, petugas Bumantik cuma dapat Rp. 28.200, berbanding terbalik dengan Mojokerto 50.000 tanpa potongan meski APBD nya jauh di bawah Surabaya. " Bila dikehendaki rakyat untuk menjadi Walikota, Saya akan naikkan insentif seluruh pengurus dan relawan di setiap RT/RW dan LPMK mengingat tugas-tugas mereka begitu berat. Ini sudah melalui kajian beberapa ahli dan sangat bisa untuk direalisasikan," ujar MA yakin.


-

Masih banyak yang harus dibenahi di Surabaya, termasuk pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat kecil dalam ini juga mencakup pasar tradisional. " Dari 81 pasar, yang masih aktif tinggal 59 itupun 14 pasar sudah mati suri termasuk pasar turi dan pasar tunjungan," katanya, Minggu malam (4/10/20)


" Siapa bilang 'Mustahil' membuka 100.000 lapangan kerja, saya tinggal membuka kembali Pasar Turi dengan 10.000 pedagangnya yang otomatis akan memperkerjakan ratusan ribu orang. Tapi tentunya harus melalui proses yang benar, dan hal itu sudah kita kaji dengan dalam bersama para ahli hukum," kata MA dengan optimis.

Halaman:

Tags

Terkini