news

Penutupan Stasiun Karet Dinilai Tidak Efektif, Penumpang Menumpuk di BNI City

Selasa, 1 September 2026 | 21:27 WIB
Usai resmi ditutup pada Selasa, 1 September 2026, pengguna Stasiun Karet padati Stasiun BNI City yang menimbulkan berbagai komentar dari sejumlah warganet di media sosial. (Threads/@pdwisepthya)

NAWACITAPOST.COM — PT KAI Commuter secara resmi menutup operasional Stasiun Karet mulai Selasa (1/9/2026). Seluruh pelayanan pengguna kini dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City yang berjarak sekitar 500 meter, demi peningkatan layanan integrasi antarmoda di kawasan Jabodetabek. Namun, kebijakan baru ini langsung memicu gelombang keluhan dan penumpukan penumpang.

Pengalihan rute tersebut sebelumnya diumumkan manajemen melalui akun Threads resmi Commuterline sejak Minggu (30/8/2026). Langkah penutupan ini diambil sebagai upaya penataan alur pelanggan, peningkatan keselamatan operasi, serta pembenahan aksesibilitas kawasan sekitar stasiun.

"Rekan Commuters sehubungan dengan peningkatan layanan integrasi untuk pengguna Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru/BNI City," tulis akun KAI pada unggahannya. "Mulai 1 September 2026, seluruh operasional di Stasiun Karet akan dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City."
 
Baca Juga: Nyawa Taruhannya! Video Viral Penjaga Palang Pintu di Pekalongan Diduga Tidur

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, memaparkan bahwa pengerjaan integrasi ini diproyeksikan bakal menghasilkan peningkatan layanan yang signifikan bagi masyarakat.

"Penataan kawasan integrasi juga akan menghadirkan aksesibilitas di sisi Stasiun Karet dan aksesibilitas di sisi terowongan Kendal," jelas Karina dalam keterangan resminya, Senin (31/8/2026).

Pihak operator mengimbau para pengguna Commuter Line untuk mematuhi ketentuan yang berlaku selama masa transisi. Kendati demikian, pelaksanaan di hari pertama justru menuai respons dramatis dari masyarakat di media sosial.

Banyak pengguna mengeluhkan akses jalan Stasiun BNI City yang terlalu sempit untuk menampung lonjakan volume penumpang dari Stasiun Karet. Kondisi ini dinilai memicu penumpukan yang membahayakan keselamatan serta dinilai tidak efektif.
 
Baca Juga: Bak Lautan Api, Karhutla Tumbang Nusa Kalteng Membara dan Ancam Jembatan Utama

"Ga efektif banget ini stasiun BNI efek stasiun karet ditutup dengan penumpang yang banyak tapi jalanan sempit gini," tulis pemilik akun Threads @pdwisepthya, Selasa (1/9/2026).

Kepadatan tersebut memicu kekhawatiran akan keselamatan para pengguna jasa yang melintas di area terbatas dekat jalur rel.

"Gw sih takut kesenggol kanan udah rel kereta tuh," komentar akun @theresenolion.

Kritik tajam juga meluncur terkait kenyamanan alur integrasi yang dinilai memicu gesekan antarpenumpang moda transportasi lain di area Sudirman.
 
Baca Juga: Kaca Terbuka, HP Lenyap! Aksi Penjambretan Resahkan Pengendara di Kelapa Gading

"Integrasinya selalu buat ga nyaman, apalagi di Sudirman mau ke LRT Jabodebek harus bertabrakan dengan penumpang KRL, emang ga paham ama pembuat integrasi kayak gitu namanya integrasi apa," tulis akun @weilyzhan.

Meski demikian, sebagian warga berpendapat bahwa integrasi ini dapat membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di sekitar area stasiun dalam jangka panjang. Seluruh proses integrasi antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City ini diperkirakan rampung pada 28 September 2026.

Tags

Terkini