NAWACITAPOST.COM — Berada dalam cengkeraman banjir limbah hitam berbau menyengat selama bertahun-tahun kini bukan lagi mimpi buruk tanpa akhir bagi warga Jalan Tanafit, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria. Menjawab jeritan dan keluhan masyarakat yang sudah tak tahan hidup berdampingan dengan ancaman penyakit, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun langsung menembus titik lokasi bangunan liar (bangli) yang menyumbat saluran kali pada Minggu (2/8/2026).
Pemandangan di lapangan sungguh memprihatinkan. Aliran air domestik terhenti total akibat kepungan kurang lebih 80 bangunan liar yang berdiri memanjang sekitar 500 meter, bahkan mencaplok hingga 13 meter dari bibir jalan. Akibatnya, air limbah rumah tangga berwarna hitam pekat dan beraroma busuk tak lagi mampu mengalir, lalu meluap dan mengepung permukiman warga.
Didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi Idi Sutanto, Camat Medan Satria Budi Rahman, serta jajaran perangkat daerah, Wali Kota Bekasi bergerak cepat menyusuri area yang tersumbat guna mengidentifikasi langkah darurat dan penanganan terpadu di lapangan.
Baca Juga: Ngeyel Ditegur Satpam Bundaran HI, Oknum Polisi Pengemudi Alphard Ditindak Propam
Melihat penderitaan warga yang bertahun-tahun terpaksa bernapas di tengah polusi bau dan bayang-bayang bahaya kesehatan, Wali Kota Bekasi dengan tegas menyatakan tidak akan tinggal diam dan siap mengambil tindakan drastis demi menyelamatkan lingkungan warga.
“Fungsi utama saluran air adalah mengalirkan air dengan lancar, bukan tertutup oleh bangunan. Kami akan mempercepat proses penertiban sesuai prosedur agar normalisasi dapat segera dilakukan dan persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat bisa diselesaikan secara tuntas,” tegas Tri Adhianto di hadapan warga dan jajaran pejabat yang mendampingi.
Langkah tegas ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Bekasi dalam merombak total sistem drainase kota serta melenyapkan titik-titik genangan yang selama ini menghantui masyarakat. Wali Kota Bekasi secara khusus menginstruksikan Dinas BMSDA dan aparatur wilayah untuk segera meratakan akses, menurunkan alat berat, dan melibas bangli yang menutup saluran air setelah seluruh prosedur hukum dipenuhi.
“Saya meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat dan bekerja secara terpadu. Jangan sampai masyarakat terus hidup berdampingan dengan genangan air limbah yang mengganggu kesehatan. Setelah penertiban dilakukan, normalisasi harus segera dilaksanakan agar saluran kembali berfungsi optimal dan lingkungan menjadi lebih bersih serta sehat,” tambahnya dengan penuh komitmen.
Sikap sigap dan tanpa kompromi dari Wali Kota Bekasi ini disambut haru dan penuh asa oleh warga Medan Satria. Setelah sekian lama terisolasi dalam kepungan air limbah, komitmen nyata Pemkot Bekasi ini menjadi titik balik harapan warga untuk kembali menghirup udara segar dan menikmati lingkungan yang bersih, sehat, serta bebas dari bayang-bayang banjir limbah.